200 tentara Timor Leste Tergabung dalam Pasukan Pemilu Multinasional di PNG

TIMOROMAN.COM-Perdana Menteri (PM) Papua Nugini, James Marape, dan Presiden Timor-Leste, Dr. José Ramos-Horta, bertemu di sela-sela peringatan 46 tahun Kemerdekaan Vanuatu, 30 Juli di Port Villa.

Pertemuan kedua petinggi dari PNG dan Timor Leste ini untuk memajukan keamanan regional dan kemitraan pendidikan tinggi, termasuk usulan Pasukan Pemilu Multinasional Berkekuatan 1.000 Orang di Papua New Guinea (PNG) 2027

Perdana Menteri Marape memulai rencana untuk meminta 200 personel pertahanan dari Timor-Leste untuk membantu mengawasi Pemilihan Umum Nasional PNG 2027, sebagaimana dilansir Jubi dari laman resmi pemerintah PNG, www.pmnec.gov.pg, Rabu (5/8/2026)

Permintaan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun tim keamanan dan pengamatan pemilu multinasional yang beranggotakan 1.000 orang.

Terdiri dari 200 tentara masing-masing dari Timor-Leste, Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, Australia, dan Selandia Baru. Kepulauan Solomon telah setuju untuk bergabung dalam pengerahan tersebut.

“Dukungan eksternal sangat penting bagi strategi kami untuk memperpanjang waktu pemungutan suara sebenarnya, sehingga memungkinkan warga negara kami memiliki lingkungan yang damai untuk memilih pemimpin mereka,” kata PM Marape.

Sebuah dokumen Kabinet PNG akan segera meresmikan struktur tersebut sebelum surat resmi dikirimkan untuk mengunci kontingen tersebut.

Untuk mengembangkan bakat akademis regional, PM Marape memberikan tawaran beasiswa dengan nilai yang sama kepada mahasiswa Timor-Leste. Berdasarkan model biaya bersama, PNG akan mendanai setengah dari biaya beasiswa jika Timor-Leste membiayai sisanya.

Beasiswa ini memberikan akses penuh kepada pemuda Timor-Leste ke jaringan pendidikan tinggi PNG, termasuk program khusus di bidang hukum, teknik pertambangan, dan kedokteran tropis.

PM Marape berharap dapat memajukan beberapa diskusi ini ke tahap formalisasi sehingga kedua negara dapat secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) selama kunjungan timbal baliknya ke Timor-Leste mendatang.

“PNG siap membuka pintu universitas, sekolah kejuruan teknik, dan lembaga hukum kami bagi para pemimpin masa depan Timor-Leste,” kata PM Marape, seraya menyoroti ikatan budaya dan diplomatik yang menyatukan kedua negara.

Diskusi tingkat tinggi tersebut juga menyentuh isu-isu politik di Bougainville dan Papua Barat.

Hubungan yang berkembang pesat ini dibangun di atas warisan Melanesia yang sama, karena diperkirakan 20 persen hingga 25 persen penduduk Timor-Leste memiliki komposisi Melanesia-Papua secara langsung.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *