Sindikat Narkoba Memanfaatkan Masyarakat Umum Sebagai Kurir Menyelundupkan Ganja ke Eropa
TIMOROMAN.COM-Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) menemukan bahwa sindikat penyelundupan narkoba yang beroperasi melalui jalur udara menuju Eropa kerap memanfaatkan masyarakat umum sebagai kurir narkoba, terutama untuk mengangkut bunga ganja yang sangat diminati di benua tersebut.
Namun, Direktur Departemen Penyelidikan Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa tidak semua pilot yang ditangkap terkait penyelundupan narkoba mengirimkan barang tersebut ke Eropa.
“Sejauh yang kami ketahui, hanya satu atau dua pilot yang terlibat. Salah satunya adalah seorang kopilot yang ditangkap di Jakarta, Indonesia.
“Menurut informasi yang kami peroleh, ia (kopilot tersebut) melakukan perjalanan ke Australia dan Indonesia, bukan ke Eropa. Penyelundupan ke Eropa sebagian besar melibatkan kurir narkoba dari kalangan masyarakat umum,” ujarnya kepada awak media dalam konferensi pers usai kunjungan strategis ke Pusat Rehabilitasi Narkotika Bachok (Puspen) hari ini.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus penyelundupan narkoba melalui jalur udara menuju Eropa berkaitan dengan bunga ganja karena permintaan yang tinggi terhadap zat terlarang tersebut di pasar tersebut.
Ia pun menghimbau masyarakat agar waspada terhadap tawaran dari sindikat yang menjanjikan imbalan yang besar, termasuk tiket pesawat gratis atau paket liburan, atau permintaan untuk mengangkut koper tertentu ke luar negeri.
“Masyarakat kita perlu memahami bahwa hal tersebut tidak wajar — ada pihak yang menawarkan bayaran yang sangat besar hanya untuk menanggung biaya tiket, paket liburan, dan sejenisnya.
“Oleh karena itu, jangan sampai terjebak oleh sindikat-sindikat ini,” tegasnya.
Terkait cara sindikat penyelundup narkoba melewati pengamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Hussein menyatakan belum dapat memberikan rincian karena Kementerian Dalam Negeri saat ini sedang meninjau langkah-langkah untuk memperkuat pengamanan di seluruh pintu masuk dan keluar negara.
Ia menambahkan bahwa sindikat penyelundup narkoba semakin canggih dan memanfaatkan berbagai jalur, baik melalui udara, perairan, maupun darat.
“Jika tidak melalui jalur udara, mereka menggunakan jalur perairan, jalur darat, dan sebagainya,” ujarnya.
Selain di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Hussein menyebutkan bahwa PDRM juga telah mencatat adanya penangkapan terkait penyelundupan narkoba di Bandara Sultan Azlan Shah, Ipoh.
Sehari sebelumnya, Bernama melaporkan bahwa polisi telah menahan seorang pria untuk membantu penyelidikan terkait penangkapan seorang kopilot warga Malaysia di Jakarta, Indonesia, pada bulan Juli lalu.
Kopilot tersebut ditahan oleh pihak berwenang Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena diduga berusaha menyelundupkan 25 kilogram narkoba. Kepolisian Nasional Indonesia kemudian menemukan 15 paket berisi 70.114 butir pil ekstasi dan metamfetamin, dengan perkiraan nilai mencapai RM45 juta.****

