LSM Soroti PPK & PPTK Lakukan Pembiaran Sejumlah Penyimpangan Pembangunan Jembatan Bahrul Ulum
TIMOROMAN.COM- Terkait pemasangan stross pile dan mini pile yang dinilai. tidak berada pada level yang sama, Bahkan disebut terdapat bagian yang dipotong, yang diduga tidak sesuai spesifikasi dan tidak ada Direksi Kit , PPK Dinas PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo Makhmud S.h. M.M., mengaku tidak tau, karena belum menerima laporan dari pihak kontraktor.
“Belum tau, saya belum terima, pemberitahuan dari kontraktornya,” jelas Makhmud saat dihubungi media, Senin (14/09/2026) kemarin.
Jawaban tersebut, dinilai kalangan LSM merupahkan bukti bahwa, selama ini pihak PPK dan PPTK pembangunan Jembatan Bahrul Ulum melakukan pembiaran atas sejumlah dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek jembatan tersebut.
“Keterangan itu merupahkan bukti, bahwa segala aktifitas yang menyimpang dari pekerjaan tersebut dibiarkan, tidak diawasi. Buktinya, masa seorang PPK, mengaku baru mengetahui nanti ketika telah mendapatkan laporan dari kontraktor,” kata ketua LSM LASYKAR ABBABIL Kabupaten Sidoarjo, Mariono.
Menurut Mariono, prilaku pihak PPK tersebut mengesankan, bahwa mereka tidak melakukan fungsinya dalam mengawal, mengawasi, serta mengatur proses pelaksanaan pekerjaan, sebab apapun tindakan dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh rekanan menunggu laporan dari pelaksana.
” Mestinya melakukan evaluasi, mengawasi, dan memastikan kesesuaian pekerjaan dengan apa yang tertuan dalam kontrak, tapi kalo seperti itu ( menunggu laporan,red).
berarti tidak melakukan fungsinya, lebih pada menunggu laporan kontraktor,”, kata Mariono lagi.
Tindakan seperti itu menurut Mariono, sangat berpotensi memberikan peluang terjadinya kecurangan yang dapat merugikan negara, bisa jadi mutu pekerjaan yang dihasilkan tidak berkualitas dan hanya memberikan keuntungan besar kepada kontraktor.
Terpisah Totok warga desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu yang di wawancarai Selasa (15/09/2026) mengatakan,” pekerjaan ini. yang mengerjakan Kontraktor asal Jabon berinisial “DEBY” dan sudah di jual ke berbagai pihak makanya pekerjaannya selalu ganti – ganti dan tidak ada tenaga ahli yang tercantum dalam comonditer yang melaksanakan pekerjaan, jadi pekerjaan ini terkesan main – main sehari kerja tiga tidak kerja.
Bersambung(Ud/Rk)



