Noona Romance: 1 dari 5 Pria Korea Selatan Kini Nikahi Wanita yang Lebih Tua”
TIMOROMAN.COM-Di Korea Selatan ada fenomena menarik yakni banyak pria Korea Selatan menikahi wanita yang lebih tua (dikenal secara sosial dengan istilah “Noona Romance” atau pasangan Yeonsang-yeonha) yang angkanya terus memecahkan rekor baru.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesetaraan Jender dan Keluarga Korea Selatan, proporsi pernikahan pertama di mana pihak istri berusia lebih tua telah menembus angka 20,2%. Artinya, saat ini sekitar 1 dari 5 pernikahan pertama di Korea Selatan melibatkan pengantin wanita yang lebih tua, melampaui jumlah pasangan yang seumur.
Pergeseran drastis dari budaya patriarki tradisional di Korea disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor ekonomi dan sosial berikut:
1. Kemapanan Finansial Wanita & Tekanan Biaya Hidup: Biaya properti dan biaya hidup di kota besar seperti Seoul sangatlah tinggi. Wanita yang lebih tua umumnya sudah memiliki karier yang mapan dan tabungan yang cukup. Pria muda Korea saat ini lebih realistis dan menyukai konsep dual-income (dua pendapatan) untuk meringankan beban finansial rumah tangga.
2. Pria Korea Meniti Karier Lebih Lambat: Karena adanya kewajiban wajib militer, pria Korea umumnya terlambat masuk ke dunia kerja dibandingkan wanita sebaya mereka. Hal ini membuat pria yang baru merintis karier sering kali bertemu dan merasa cocok dengan rekan kerja wanita yang posisinya lebih senior atau usianya sedikit di atas mereka.
3. Maturitas Emosional: Banyak pria muda menghargai stabilitas emosional, kedewasaan, serta pemahaman yang ditawarkan oleh wanita yang lebih tua. Hubungan terasa lebih setara dan minim konflik komunikasi.
4. Pergeseran Norma Sosial & Budaya Populer: Standar kuno bahwa suami harus selalu lebih tua sudah memudar di kalangan generasi muda. Penerimaan dari pihak keluarga juga semakin terbuka. Selain itu, representasi positif hubungan pria muda-wanita tua di berbagai drama Korea dan pernikahan selebritas papan atas (seperti Kim Yuna dan Ko Woo-rim, atau Gong Hyo-jin dan Kevin Oh) turut menormalisasi tren ini di masyarakat.
Fenomena bergesernya preferensi usia pernikahan ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan, melainkan juga melanda beberapa negara lain yang memiliki karakteristik ekonomi atau struktur sosial yang mirip:
Jepang
Sangat mirip dengan Korea. Dikenal dengan istilah ????? (Ane-san Nyobo) atau “istri kakak perempuan”. Tingginya biaya hidup dan maraknya wanita karier yang menunda pernikahan membuat jumlah pria Jepang yang memilih wanita lebih tua meningkat demi stabilitas finansial bersama. |
Tiongkok
Tren pernikahan di mana pengantin wanita lebih tua (jie-di lian) meningkat pesat di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing. Wanita perkotaan di Tiongkok berpendidikan tinggi, mandiri secara finansial, dan tidak lagi memprioritaskan status sosial pria, melainkan kecocokan karakter. |
Prancis
Di Eropa, Prancis terkenal memiliki persentase pernikahan wanita-lebih-tua yang cukup stabil dan tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh budaya jender yang sangat setara, di mana usia biologis tidak lagi menjadi batasan utama dalam romansa atau keputusan reproduksi.***

