Rencana Berbagi Rig Disiapkan untuk Sumur-sumur Lepas Pantai Timor-Leste

TIMOROMAN.COM-Sunda Energy telah mengambil langkah untuk memperkuat rencana pengeborannya di lepas pantai Timor-Leste, dengan menandatangani surat pernyataan niat dengan Finder untuk bekerja sama dalam mengamankan rig untuk kampanye mendatang.

Perusahaan yang terdaftar di bursa London ini, melalui unitnya SundaGas Banda, berupaya menyelaraskan sumur eksplorasi Chuditch-2 dengan pengeboran yang direncanakan Finder di ladang Kuda Tasi dan Jahal. Kedua proyek tersebut terletak di lepas pantai Timor-Leste dan melibatkan mitra yang didukung negara, Timor Gap.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua pihak akan berupaya untuk mengontrak rig yang sesuai, menyelaraskan layanan dan material jika memungkinkan, serta mengoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan. Tujuannya adalah untuk menjalankan kampanye gabungan yang lebih menarik bagi kontraktor dan lebih mudah dilaksanakan, kata perusahaan itu dalam sebuah pengajuan.

Finder semakin maju dalam mengamankan sebuah unit dan menargetkan rig semi-submersible untuk programnya di kedalaman air sekitar 400 m. Jenis rig yang sama juga dapat digunakan untuk Chuditch-2, meskipun sumur tersebut berada di perairan yang jauh lebih dangkal, yaitu sekitar 65 m.

Penggunaan anjungan semi-submersible akan memerlukan beberapa penyesuaian pada desain sumur Chuditch-2, dengan pekerjaan rekayasa yang akan segera dimulai. Para mitra juga telah memulai diskusi awal tentang logistik dan manajemen proyek.

Pergeseran menuju kampanye bersama mencerminkan tantangan yang dihadapi Sunda dalam mengamankan rig untuk pekerjaan singkat dan mandiri. Pengeboran Chuditch-2 diperkirakan memakan waktu sekitar 35 hingga 40 hari, yang membuatnya lebih sulit untuk mendapatkan unit dengan persyaratan yang kompetitif.

Dengan bergabung dengan Finder, yang berencana mengebor setidaknya tiga sumur, program gabungan ini dapat berlangsung hingga sekitar 200 hari. Jangka waktu yang lebih panjang ini meningkatkan pemanfaatan sumber daya bagi kontraktor dan diharapkan dapat memberikan manfaat biaya dan operasional bagi kedua belah pihak.

Pengeboran Chuditch-2 kini dijadwalkan pada tahun 2027, lebih lambat dari rencana sebelumnya, tetapi dengan jalur pelaksanaan yang lebih jelas jika kampanye bersama ini berjalan lancar.

Secara paralel, SundaGas telah meminta regulator Timor-Leste, ANP, untuk memperpanjang kontrak bagi hasil produksi yang berlaku saat ini, yang akan berakhir pada Juni 2026, untuk memberikan waktu bagi jadwal yang direvisi.

CEO Sunda Energy, Andy Butler, mengatakan bahwa kerja sama ini akan membantu memajukan proyek tersebut. “Inisiatif kolaboratif ini akan menciptakan banyak sinergi potensial dan membantu kedua pihak secara efektif mencapai tujuan operasional masing-masing,” katanya, menambahkan bahwa berbagi rig dan layanan “akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek.”

Surat Pernyataan Niat (LOI) berlaku hingga akhir Oktober 2026 atau hingga kesepakatan pembagian rig formal ditandatangani, memberikan ruang bagi kedua perusahaan untuk memperjelas persyaratan saat mereka berupaya menuju rencana pengeboran akhir.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *