Proyek Irigasi di Medalem: Proyek Negara atau Pribadi? Rakyat Menuntut Nyali Pengawas
TIMOROMAN.COM- Aroma tak sedap tercium dari proyek Pembangunan Saluran Irigasi di Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek yang seharusnya menjadi oase bagi produktifitas petani, kini justru menjadi tontonan memuakkan akibat pengerjaan yang diduga kuat “Amburadul” dan jauh dari standar teknis.
Sorotan tajam tertuju pada CV BANGUN KARTA yang beralamat Jl.ngingas barat RT 34 /RW 8 KRIAN -Sidoarjo (kota) Jawa Timur selaku pelaksana.
Pantauan di lapangan mengungkap fakta mencengangkan bangunan saluran pasangan batu diduga bukan batu pecah melainkan batu bulat.
Spesifikasi Diragukan, Negara Dirugikan?
Proyek yang didanai oleh APBD Kabupaten Sidoarjo TA 2026 ini memiliki nilai pagu sebesar Rp. 220.650.375,42. Namun , dengan luas layanan irigasi mencapai 300 hektare, hasil yang terlihat di lapangan justru mengundang tanya.
Seorang petani setempat yang identitasnya dirahasiakan membeberkan kejanggalan pada kualitas material pada Senin (19/05/2026).
* Komposisi Adukan: Campuran pasir dan semen diragukan kekuatannya,terkesan rapuh dan hanya mengejar kuantitas.
•Dimensi Bangunan: Tinggi bangunan yang diperkirakan hanya 30 cm menjadi tanda tanya besar apakah sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
“Jika pasangan batunya sudah jelek, jangan harap bangunan ini bisa bertahan lama. Ini uang rakyat, bukan uang mainan,” tegas warga tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, Kabid PUBM SDA di Bidang Air Bagian Irigasi, Prayit, akan menegur kontraktornys. Tidak ada keterangan resmi yang diberikan terkait dugaan Amburadul kualitas dan kuantitas pekerjaan tersebut.
Minimnya pengawasan dari Dinas terkait di lokasi proyek semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran. Publik kini menuntut tindakan tegas.
1.Audit Investigatif: Tim teknis harus segera turun ke lapangan untuk membongkar paksa bagian yang dicurigai di pasang batu bulat.
2.Transparansi Anggaran:Menuntut pertanggungjawaban atas pagu Rp. 230 juta yang seharusnya menghasilkan bangunan yang berkualitas tinggi.
Jika pengawasan terus melempem, maka proyek irigasi ini hanya akan menjadi monumen pemborosan anggaran negara yang tidak akan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani Medalem.
Bersambung.(Ud/Rk)



