4 Dampak yang Bisa Terjadi Jika Tubuh Jarang Terpapar Sinar Matahari
TIMOROMAN.COM-Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang penting dan berperan mendukung berbagai fungsi tubuh setiap harinya. Meski demikian, sebagian orang memilih menghindarinya karena cuaca panas dan rasa kurang nyaman saat beraktivitas luar.
Padahal, kurangnya paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D yang berdampak pada kesehatan tubuh. Simak, beberapa dampak yang dapat terjadi saat tubuh jarang mendapatkan paparan sinar matahari.
1. Dapat Memicu Gejala Depresi
Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi serotonin, hormon yang berperan menjaga suasana hati tetap lebih baik. Ketika paparan sinar matahari berkurang, risiko penurunan mood dan gejala depresi dapat meningkat pada seseorang.
2. Dapat Memengaruhi Kesehatan Jantung
Ketika tubuh kekurangan paparan sinar matahari, produksi vitamin D dapat menurun sehingga memengaruhi kesehatan jantung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular apabila berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
3. Osteoporosis
Vitamin D yang diperoleh dari paparan sinar matahari membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang setiap hari. Asupan vitamin D yang cukup dapat membantu menurunkan risiko osteoporosis serta berbagai gangguan tulang lainnya.
4. Berisiko Memicu Multiple Sclerosis
Kurangnya paparan sinar matahari yang menyebabkan rendahnya vitamin D dikaitkan dengan meningkatnya risiko multiple sclerosis. Multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat saraf.
Pada kondisi ini, sistem kekebalan merusak mielin yang berfungsi melindungi saraf di otak dan sumsum. Kerusakan tersebut dapat mengganggu pengiriman sinyal saraf ke berbagai bagian tubuh sehingga memicu beragam gejala.
Meski penting bagi kesehatan, paparan sinar matahari tetap perlu diperoleh dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan. Meluangkan waktu beraktivitas di luar ruangan dapat membantu tubuh memperoleh manfaat sinar matahari secara optimal. ****

