Diduga Konsultan Pengawas lakukan Pembiaran terhadap Kontraktor “Nakal” Proyek Peningkatan Jalan Tambakcemandi -Tambakoso
TIMOROMAN.COM – Dugaan proyek asal jadi kembali mencuat di Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, sorotan publik tertuju pada proyek peningkatan jalan Tambakcemandi & Tambakoso, yang disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.
Proyek bernilai Rp 10,9 miliar yang dikerjakan oleh CV BERKAH HELA ABADI yang beralamat GANGGANGPANJANG KEC TANGGULANGIN – Sidoarjo (Kab) – Jawa Timur, itu kini menjadi buah bibir masyarakat. Warga menilai, pekerjaan dilapangan terlihat asal-asalan dan minim pengawasan dari pihak terkait,dinas terkait maupun konsultan pengawas proyek yang seolah dengan sengaja konsultan pengawas lakukan pembiaran terhadap kontraktor “Nakal”.
Pantauan dilokasi menunjukkan, bagian lantai kerja (pedel) di bawah kontruksi U-ditch diduga tidak dikerjakan sesuai volume kontrak.
Padahal, komponen tersebut sangat vital untuk menjaga stabilitas dan daya dukung saluran beton.
Diduga, lantai kerja tersebut hanya digarap sebagian atau bahkan dikurangi volumenya, sebelum ditutup rapat dengan elemen beton.
Topan, seorang warga yang juga memiliki pengalaman sebagai konsultan pengawas proyek di kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Ia menilai lemahnya fungsi pengawasan telah membuka peluang terjadinya pelanggaran teknis di lapangan.
“Konsultan pengawas itu wajib selalu memantau, melaporkan perkembangan pekerjaan, dan memastikan seluruh item dikerjakan sesuai spesifikasi. Kalau lantai kerja dikurangi dan sudah tertutup U-Ditch, itu bahaya karena sulit diperbaiki. Itu struktur permanen,” tegas Topan, Rabu (09/09/2026).
Ketiadaan pengawasan yang memadai menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Apalagi proyek tersebut menggunakan uang rakyat dalam jumlah besar.
Warga mempertanyakan
mengapa pengawasan dari Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kabupaten Sidoarjo maupun konsultan pengawas sekolah abai, sehingga pelaksanaan proyek terkesan dibiarkan berjalan tanpa kontrol ketat.
Beberapa warga bahkan menyindir, Apakah Bupati Sidoarjo H.Ssubandi diam saja melihat proyek semacam ini.
Mereka menilai, sebagai leader sektor pembangunan daerah, Bupati semestinya turun tangan memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai aturan dan tidak menjadi sarang penyimpangan anggaran.
Proyek senilai miliaran rupiah itu seharusnya menjadi bagian dan peningkatan infrastruktur kita dan kenyamanan publik.
Namun, bila dikerjakan asal-asalan, hasilnya bukan hanya merugikan keuangan negara, terapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memperburuk sistem drainase kota.
Masyarakat berharap inspeksi mendadak (sidak) segera dilakukan Inspektorat Daerah dan Aparat Penegak Hukum untuk memastikan apakah pelaksanaan proyek tersebut benar-benar sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis.
Jika ditemukan pelanggaran, publik menuntut agar pihak rekanan dan pengawas bertanggung jawab penuh, bukan hanya sekedar diberi teguran administratif.Bersambung(Ud/Rk)


