Selena Gomez: Suara Berubah Gara-gara Vape
TIMOROMAN.COM-Penyanyi sekaligus aktris papan atas, Selena Gomez, membuat pengakuan mengejutkan yang langsung memicu perbincangan hangat di kalangan publik.
Melalui unggahan di Instagram Stories pribadinya, bintang serial Only Murders in the Building ini secara terbuka mengakui bahwa kebiasaan masa lalunya yang sering mengisap vape bernikotin telah mengubah karakter suaranya secara permanen.
Pengakuan jujur ini sekaligus menjawab rasa penasaran para penggemar (Selenators) yang menyadari nada bicara Selena terdengar jauh lebih berat, serak, dan konstan berubah selama beberapa waktu terakhir.
“Aku tidak bakal bisa mengubah suaraku lagi seperti semula. Aku dulunya sangat sering menggunakan vape nikotin. Nikotin itu sangat sulit dihentikan, dan jika kamu sedang menjalaninya atau baru berniat mencoba vape, percayalah itu sama sekali tidak worth it (sepadan). Itu hal yang bodoh,” ungkap pendiri jenama kecantikan Rare Beauty tersebut dengan nada menyesal.
Pengakuan terbuka dari Selena Gomez ini langsung dikonfirmasi oleh berbagai literatur dan riset kesehatan dunia yang meneliti hubungan erat antara penggunaan rokok elektrik dengan penurunan kualitas vokal manusia.
Apa Kata Studi Medis tentang Uap Vape dan Pita Suara?
Selama ini, banyak pengguna mengira uap vape hanyalah air biasa yang aman bagi sistem pernapasan. Namun secara fisis, uap tersebut merupakan aerosol kimia pekat yang dipanaskan.
Berdasarkan data dari ikhtisar ilmiah medis, berikut adalah cara kerja uap vape dalam merusak pita suara:
1. Memicu Peradangan Epitel dan Mukosa: Sebuah studi integratif komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Voice (Agustus 2025) oleh Juliana Ceglio Monteiro dan tim, menelaah 20 penelitian berbeda mengenai efek rokok elektrik. Hasil riset membuktikan secara konsisten bahwa paparan zat kimia vape memicu peradangan kronis pada lapisan epitel serta jaringan mukosa pelindung pita suara.
2. Kekeringan Ekstrem (Vocal Homeostasis Disturbance): Senyawa utama dalam cairan vape seperti propilen glikol (PG) dan vegetable glycerin (VG) memiliki sifat menyerap kelembapan. Ketika dihirup melewati kotak suara (larynx), zat ini menyerap cairan alami di tenggorokan, menciptakan kekeringan parah, serta merusak keseimbangan cairan yang diperlukan agar pita suara dapat bergetar secara simetris dan halus.
Penelitian laboratorium fisis dari Lungova et al. menunjukkan bahwa paparan ekstrak uap vape hanya dalam waktu satu minggu mampu menyebabkan erosi epitelial.
Hal ini terjadi karena akumulasi zat pelarut dan partikel lipid di dalam sel memicu kegagalan sistem imun lokal di area tenggorokan.
Akibatnya, timbul penebalan jaringan (hyperkeratinization) dan pembengkakan kronis (edema) yang mengubah resonansi suara asli seseorang.
Saat pita suara membengkak dan mengering, seorang pembicara atau penyanyi secara tidak sadar akan menekan otot leher mereka lebih kuat untuk memproduksi suara.
Kombinasi antara pembengkakan fisik dan pemaksaan otot ini melipatgandakan risiko cedera permanen berupa munculnya nodul, polip, hingga kista pada pita suara.
Melalui momentum pengakuan Selena Gomez dan dukungan kuat dari data klinis di atas, para praktisi kesehatan kembali memperingatkan masyarakat—terutama para profesional yang mengandalkan vokal—bahwa anggapan rokok elektrik lebih aman bagi suara adalah kekeliruan besar yang bisa berdampak fatal jangka panjang.****

