Langit Dili Menguning, Timor Leste Resmi Ajukan Laporan Kabut Asap Lintas Batas ke ASEAN

TIMOROMAN.COM-Pemerintah Timor Leste mengambil langkah diplomasi regional yang tegas merespons krisis pencemaran udara yang menyelimuti wilayahnya.

Melalui Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG), negara tersebut resmi menyusun laporan komprehensif mengenai dampak kabut asap lintas batas (transboundary haze) untuk diserahkan kepada mitra-mitra ASEAN.

Langkah ini diambil setelah kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif dari wilayah Kalimantan dan Papua Barat bertiup ke arah timur, membekap ibu kota Dili serta distrik-distrik timur seperti Lautem, Baucau, dan Viqueque.

Kondisi udara yang memburuk drastis sempat memaksa Kementerian Pendidikan Timor Leste mengambil kebijakan darurat dengan menghentikan total kegiatan belajar-mengajar tatap muka secara nasional selama tiga hari pada pertengahan Oktober.

Polusi partikel halus PM2.5 yang terbawa angin dilaporkan telah melampaui ambang batas aman dan mengancam kesehatan kelompok rentan.

Meskipun laporan buletin terbaru DNMG mencatat konsentrasi polutan di sekitar Bandara Comoro Dili telah melandai hingga lebih dari 50 persen, langit di beberapa kawasan dilaporkan masih kerap diselimuti kabut tipis yang berisiko berfluktuasi tergantung arah angin.

José Manuel Ramos-Horta Presiden Timor Leste mengatakan,”Kombinasi antara kabut asap lintas batas dari kebakaran wilayah tetangga dan cuaca kering ekstrem El Niño berpotensi membawa dampak bencana berkepanjangan bagi rakyat kami.

Kami tidak akan tinggal diam. Timor Leste akan meminta bantuan independen internasional untuk mengevaluasi total kerugian ekonomi serta dampak kesehatan masyarakat, sekaligus menuntut akuntabilitas dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembiaran kebakaran hutan ini.

“Laporan yang kami bawa ke forum ASEAN bukan sekadar keluhan, melainkan pengingat pentingnya memperkuat koordinasi perlindungan lingkungan regional. Kualitas udara memang sempat membaik pada awal pekan ini. Namun, kami tetap mengimbau warga untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan wajib mengenakan masker medis karena polutan udara sisa masih sangat dinamis,” demikian Arlindo (Pejabat Otoritas Pemantau Kualitas Udara Timor Leste).

Sonya da Costa Soares bidan mengatakan selama puncak kabut asap pekan lalu, kondisinya sangat mengerikan karena polusi sangat pekat hingga matahari sama sekali tidak terlihat di siang hari.

“Kami di fasilitas kesehatan melihat lonjakan tajam pasien dengan keluhan sesak napas dan iritasi mata. Kebijakan menutup sekolah kemarin adalah keputusan yang sangat tepat untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman ISPA.”****

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *