Patroli Polisi Ditingkatkan di Seluruh Wilayah Timor Leste
TIMOROMAN.COM-Pemerintah Timor-Leste menyetujui resolusi pada hari Rabu dalam rapat kabinet untuk meningkatkan patroli polisi di seluruh negeri menyusul kekerasan di beberapa daerah.
“Keputusan ini diambil menyusul kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di beberapa wilayah negara yang melibatkan kelompok-kelompok anak muda, dengan konsekuensi serius bagi keselamatan fisik warga, harta benda pribadi, dan stabilitas masyarakat,” demikian pernyataan kabinet.
Insiden terbaru terjadi pada hari Minggu di Lautém, di bagian timur, di mana bentrokan yang melibatkan sekelompok anak muda diduga menyebabkan kematian seorang warga.
“Pemerintah dengan tegas dan tanpa ragu mengutuk semua tindakan kekerasan dan perusakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa, cedera, atau kerusakan pada harta benda pribadi, tanpa memandang pelaku atau motifnya,” kata pemerintah yang dipimpin oleh Xanana Gusmão.
Resolusi tersebut menyatakan bahwa polisi harus meningkatkan patroli di seluruh Timor-Leste, terutama pada waktu dan di tempat-tempat di mana kaum muda berkumpul.
Pihak berwenang juga meminta para pemimpin komunitas untuk melaporkan kegiatan yang tercakup dalam larangan seni bela diri dan seni ritual (praktik mistik tradisional yang sering dikaitkan dengan kelompok lokal).
“Pihak berwenang setempat, wilayah administratif khusus Oecussi dan otoritas administratif Atauro harus memastikan mereka segera meneruskan informasi ini kepada polisi,” bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah juga menegaskan kembali penangguhan sementara pengajaran dan praktik seni bela diri dan seni ritual di seluruh negeri, serta penutupan fasilitas terkait.
“Langkah luar biasa, proporsional, dan preventif ini bertujuan untuk menghentikan penggunaan kegiatan-kegiatan ini untuk mengorganisir tindakan kekerasan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah Timor-Leste memperpanjang penangguhan pengajaran, pembelajaran, dan praktik seni bela diri pada Desember 2025 hingga Juni 2026, bersamaan dengan penutupan lokasi dan fasilitas yang digunakan untuk pelatihan.
Pemerintah menangguhkan pengajaran, pembelajaran, dan praktik seni bela diri pada November 2023 menyusul insiden serius di seluruh negeri yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 26 lainnya.***

