Pembangunan Jalan Buduran – Sidokepung Dinilai Buruk Dan Tuai Kritikan
TIMOROMAN.COM– Pembangunan Ruas Jalan Buduran – Sidokepung , Lokasi Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran , Kabupaten Sidoarjo , Jawa Timur dengan nilai Anggaran Rp. 6.994.891.378,48 Sumber Dana APBD TA 2025 Pelaksana CV. AKRINDO JAYA ABADI,mendapat Kritikan Pedas dari pemerhati infrastruktur , FAIZAL.
Hal ini di utarakan Fauzal di lokasi kegiatan kepada wartawan.Menurutnya Dugaan kuat Kontraktor CV. AKRINDO JAYA ABADI banyak melakukan kecurangan, dari mulai Pekerjaan dasar (Pemadatan) tidak menggunakan Tandem Roller, dari ketebalan Pengecoran dasar pun tidak hanya ratarata 7 cm,besi wiremesh yang diduga berkarat, Masi banyak lain – lainnya.
“Menurut Saya ini kegiatan buruk dan terkesan terburu-buru,sehingga hasilnya kurang Maksimal, pengurangan Volume atau penyimpangan Speck di lakukan kontraktor, hal itu dapat di lihat pemadatan tidak menggunakan alat berat, belum lagi pengurangan ketebalan sekitar 2 hingga 3 cm, dan masih banyak hal lain,” kata Faizal kepada Wartawan di lokasi kegiatan.
Selain itu seorang pengguna jalan yang mengaku bernama pepy, Ia mengatakan setiap hari lalu-lalang di jalan tersebut jika bekerja pagi dan sore dia pun ikut mengkritik kegiatan itu, dia merasa banyak kejanggalan dalam pelaksanaan pekerja an tersebut, yang di rasa di bawah pemasangan uditch tidak dihamparkan pasir sirtu urug,Pengawasan nya juga sangat lemah, Sehingga pelaksana sangat leluasa melakukan aksi nya.
“Kegiatan ini parah banget bang, Saya aja bisa menilai, coba anggaran milyaran pengecoran dasar kelihatan tipis , pengawas gak ada, Saya udah hampir 2 Jam belum liat pengawas,”Ujar Pepy salah satu warga pengguna jalan.
Di tempat Berbeda Mariono Ketua LSM LASYKAR ABBABIL Kab Sidoarjo Mengatakan, pihak yang terlibat dalam proyek ini wajib menjalankan serangkaian tahapan sesuai dengan komitmen kontrak, seperti pembersihan sisa bongkaran bekas galian tanah untuk pemasangan uditch, persiapan tanah dasar, penyebaran lapisan pondasi bawah dengan material Bescis yang kemudian dipadatkan dengan menggunakan walss, diikuti dengan pengecoran menggunakan Bnil berkualitas mutu K.100 dengan tinggi 10 centimeter, pemasangan plastik membran, dan konstruksi pembesian sebelum pengecoran rigid beton sesuai dengan spesifikasi.
“Ini persoalan banyak yang harus bertanggung jawab, selain Dinas terkait yang lemah pengawasan dan ada unsur pembiaran mengenai spek nya,karna uang yang digunakan untuk membangun juga uang rakyat,maka Dewan pun harus ikut bertanggung jawab hak ini,- clteh Mariono dalam sambungan Wastupp nya.
Selain itu lanjut Mariono, dia menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek yang dilakukan oleh Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kabupaten Sidoarjo oleh Komici C DPRD Kabupaten Sidoarjo. Banyak kontraktor dari luar daerah yang terlihat seenaknya tidak mematuhi komitmen kontrak, hal ini perlu ditindaklanjuti oleh komisi C DPRD katanya.
” ya ini harus di tindak lanjuti dengan serius, di tambah banyak nya kontraktor luar daerah Sidoarjo yang mungkin lebih menjadi sorotan masyarakat,” papar Mariono.
Selama ini terjadi ketidak Adilan di kalangan kontraktor lokal. “Kontraktor lokal sering kali tidak mendapatkan bagian dalam proses lelang, sementara kontraktor dari luar daerah leluasa beroperasi di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Diharapkan pihak BPK dan Inspektorat Kabupaten Sidoarjo juga Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil langkah yang tepat untuk memastikan bahwa pengerjaan proyek ini berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua pihak yang terlibat.***


