Diduga Tidak Sesuai RAB, Pembangunan TPQ Program Dinas Perkim Tahun 2025, Desa Kedungrejo disinyalir Banyak Kecurangan

TIMOROMAN.COM- Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang , Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 ini membangun gedung Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di komplek Masjid Nurul Huda – Kedungrejo.

Pembangunan TPQ dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai pada anak sejak usia dini dan diharapkan akan melahirkan putra-putri terbaik yang mampu menjadi hafidz terbaik.

Pembangunan tempat pendidikan Qur’an tersebut anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025, diharapkan keberadaan TPQ tersebut dapat membantu masyarakat Desa Kedungrejo yang ingin putra-putrinya belajar mengaji dan menimba ilmu agama.

Namun, pembangunan TPQ ini dikotori segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab , seakan budaya perilaku korupsi birokrasi di negeri ini kian hari semakin komplek dan parah. sepertinya sudah menjadi budaya tersendiri dan virusnya telah menjalar nyaris ke seluruh sendi birokrasi dan pemerintahan daerah ironisnya, pelakunyapun tak hanya kaum elit pejabat birokrat di level pusat saja, tapi sudah merambah ke pejabat pemerintahan daerah.

Seperti sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana.

Seperti halnya dengan pembangunan TPQ di DESA Kedungrejo diduga dijadikan ajang bisnis dan penuh dengan kecurangan pembangunan untuk sarana ibadah dikerjakan secara asal asalan.padahal pembangunan tersebut untuk sarana ibadah.

Menurut warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pembangunan TPQ ini diduga tidak sesuai dengan RAB dan dikerjakan secara asal asalan.padahal pembangunan tersebut untuk sarana ibadah.

“Coba lihat besinya kecil banget, seperti sapu lidi. Apakah itu sudah sesuai dari anggaran yang sudah di rencanakan atau tidak dan belum ada hasil uji tarik besi tersebut,” ujarnya.

Masih kata warga, seharusnya untuk pemasangan Batu memakai Batu Bata merah namun fakta dilapangan Batu Batang ringan yang ada di lokasi pekerjaan.

“Apa lagi ini bangunan menyangkut anak Didik nantinya,”ucapnya.

Di lokasi pekerjaan Minggu (20/07/2025) awak media coba untuk minta konfirmasi personil pelaksana yang ada di Dokumen Lelang berinisial Widi,Menurutnya Hasil uji Test Beton K300 maupun K200 masih di uji Labkan,dan ninggal tunggu hasilnya,”Ucapnya. Bersambung (Ud/Rk)

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *