Proyek “Siluman” E – Katalog Pembangunan Penataan Sungai Afv Pucang (Ljt), Tanpa Papan Informasi dan Diduga tidak Sesuai Spesifikasi Dinas PU

TIMOROMAN.COM – Proyek Pembangunan Revitalisasi Sungai Penataan Sungai Wilayah Perkotaan Afv. Pucang (Ljt) , yang terletak di desa Magersari Kecamatan Sidoarjo Kota Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur,didalam pelaksanaan kegiatan kegiatan kerja tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek sebagai bentuk transparansi punlik, sehingga pekerjaan tersebut diduga merupahkan proyek siluman.sabtu 15/06/2024.

Berdasarkan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana, serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya.

Berdasarkan informasi dari warga,Tim Awak Media Timoroman Com.co.id. bersama warga ,OB , melakukan penelusuran di lokasi pekerjaan tersebut tepatnya di lokasi pembangunan Revitalisasi sungai Afv.Pucang (Ljt) dan terdapat sejumlah tukang bersama pekerja bangunan sedang melakukan aktifitas kerja penyiraman adukan Batu di mesin molen dan diduga pengecoran pun asal asalan.

Dari pantauan di lokasi pekerjaan ditemukan adanya beberapa item pekerjaan yang didugs dikerjakan secara asal – asalan serta tidak sesuai spesifikasi yang ada dari dinas PU.

Ketua LSM LASYKAR ABABBIL Kab Sidoarjo, MR berharap Proyek Pengerjaan Pembangunan Revitalisasi Sungai Afv. Pucang tersebut agar maksimal serta tidak asal asalan.

MR juga mengatakan bahwa temuan pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi diantaranya adalah pemasangan batu di duga Campuran spesi nya kurang bagus dan Material batu yang digunakan juga merupahkan campuran batu ore yang tidak masuk spesifikasi lab serta tidak layak untuk digunakan dalam pekerjaan kontruksi.

MR menambahkan, di saat melakukan pengecoran, terlihat sangat jelas tulangan pembesian Behelnya tidak di berikan pengikatsehingga dikhawatirkan akan mudah rusak dan tidak kuat.

Disaat melakukan pencampuran semen dan pasir dalam mesin molen tidak menggunakan takaran tong, sehingga dipastikan pengecoran kolom tidak bertahan lama,”imbuhnya.

Dengan adanya temuan tersebut ,Ketua LSM LASYKAR ABABBIL Kab Sidoarjo dan Awak Media Timoroman Com.co.id. akan mencari tahu sumber anggarannya proyek itu darimana serta akan membuat laporan ke pihak terkait , dalam waktu singkat.

Salah satu pekerja yang engan menyebutkan namanya saat dimintai keterangan terkait takaran campuran, ia mengatakan bahwa takaran yang digunakakan hanya memakai sekop dengan ukuran 1 sak semen dicampur pasir dengan batu, dalam mesin molen.

Sementara itu, salah seorang pekerja yang mengaku sebagai pengawas saat ditanyakan papan informasi kegiatan, ia mengatakan bahwa papan informasi itu saya tidak tau soal masalah itu pak, saya hanya cuma ngawas saja,paparnya.

“Soal dipasang atau tidaknya kami tidak mengetahui dengan jelas apa alasannya karena kami juga hanya ditunjuk saja, sementara penanggung jawab pekerjaan sedang tidak berada di lokasi,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan , pihak Awak Media Timoroman,com belum mengetahui siapa pemilik pekerjaan tersebut, sehingga belum dapat dilakukan konfirmasi. Bersambung (Ud/Rk)

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *