KBRI Dili Buka Program BIPA 2026, Diikuti 1.500 Peserta dari Timor Leste
TIMOROMAN.COM-Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Tahun 2026 pada Senin, 20 April 2026, resmi dibuka di Kota Dili, Timor Leste. Pembukaannya dilakukan langsung oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhimo, di Pusat Budaya Indonesia Dili.
Program ini diikuti oleh 1.500 peserta baru dari berbagai kalangan di Timor Leste, mulai dari pelajar tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga perwakilan instansi. Para peserta tersebar di 10 distrik, dengan pusat kegiatan di Kota Dili.
Sebanyak 250 peserta mengikuti pembelajaran secara langsung di Pusat Budaya Indonesia Dili, sementara lainnya mengikuti secara daring. Pelaksanaan program didukung oleh 18 pengajar BIPA.
Kegiatan pembukaan dihadiri secara luring oleh sekitar 130 peserta yang terdiri dari pelajar dan pengajar. Serta, diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai distrik melalui platform Zoom.
KUAI Nugroho menegaskan Program BIPA memiliki peran strategis sebagai sarana diplomasi kebahasaan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste. Ia menyoroti tingginya minat generasi muda Timor Leste mempelajari Bahasa Indonesia, sebagai modal penting memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya kedua negara.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Tasrifin Tahara, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana. Serta, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin.
Tasrifin menyampaikan bahwa Program BIPA menjadi kebutuhan penting seiring kedekatan kultural antara Indonesia dan Timor-Leste. Serta, meningkatnya minat generasi muda Timor Leste untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Hafidz menekankan bahwa Program BIPA merupakan bagian dari program strategis pemerintah. Khususnya, dalam memperkuat peran bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan Program BIPA Tahun 2026, kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Timor-Leste diharapkan semakin erat. Sekaligus mendorong peningkatan minat generasi muda Timor Leste untuk menempuh pendidikan di Indonesia.***

