Setelah 34 Tahun, Xanana Gusmao Bertemu Eks Prajurit Kopassus yang Pernah Menangkapnya

TIMOROMAN.COM-Setelah lebih dari 34 tahun, Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao akhirnya bertemu kembali salah satu eks Kopassus yang pernah menangkapnya saat masih memimpin pasukan gerilya Timor Timur. Pertemuan itu berlangsung di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026).

“Akhirnya bisa bertemu lagi. Beliau juga sudah tua. Dulu beliau berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1992, saya bersembunyi di rumah Mana Aliança Araújo di Lahane,” kata Xanana dikutip, Senin (4/5).

Xanana mengenang, saat itu, Mayor Jenderal (Purn) Mahidin Simbolon yang masih menjadi prajurit elit Kopassus bersama sejumlah pasukan Kopassus datang dan menangkapnya untuk dibawa ke markas mereka.

“Karena saya tidak berpakaian, mereka memakaikan baju kepada saya. Selama beberapa hari di sana beliau melihat-lihat kondisi saya, kemudian membawa saya ke Bali, Jakarta, dan melakukan interogasi sebelum akhirnya saya dipulangkan kembali. Itu artinya, kami sebenarnya sudah saling kenal sejak hari penangkapan saya di Lahane,” kenang Xanana.

Setelah penangkapan terjadi pada tahun 1992, Xanana tidak pernah lagi bertemu dengan Mahidin.

Mahidin Simbolon diketahui meminta untuk dapat bertemu dengan Xanana Gusmão melalui perantara Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, saat berlangsungnya negosiasi resmi putaran ketiga mengenai Delimitasi Batas Maritim antara Timor Leste dan Indonesia di Singapura.

“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, maka ia meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar diperbolehkan menemui saya. Di Singapura saya juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia, beliau juga mantan militer yang dulu pernah mengantar saya dari Semarang ke Cipinang. Melalui komunikasi merekalah akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” jelas Xanana.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan masa lalu. Mahidin Simbolon masih mengingat banyak tempat di Timor dan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Tetun.

“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Hari ini jika kita mengingat kembali kenangan masa lalu, ada yang melakukan ini, ada yang melakukan itu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga membuat hati menjadi tenang dan senang. Itulah makna pertemuan kita hari ini,” ujar Xanana.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *