Viral, Ada Bukber Bollywood Pejabat Sidoarjo

TIMMOROMAN.COM-Sidoarjo, kota satelit yang biasanya tenang dengan hiruk pikuk industri dan kuliner, mendadak jadi pusat perhatian nasional. Semua gara-gara sebuah acara buka bersama pejabat Pemkab Sidoarjo yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026. Alih-alih sederhana, acara itu justru tampil bak pesta Bollywood: penuh warna, kostum ala India, dan suasana glamor yang membuat publik geleng-geleng kepala.

Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, tampil mencolok dengan busana khas India. Para pejabat lain pun ikut larut dalam tema Bollywood. Video dan foto acara itu segera menyebar di media sosial, memicu gelombang komentar pedas.

“Ini buka bersama atau festival film India?” tulis seorang netizen. Ada pula yang menyindir, “Rakyat butuh jalan mulus, pejabat malah joget Bollywood.”

Kritik deras tak bisa dihindari. Publik menilai acara itu tidak peka terhadap kondisi masyarakat, apalagi di bulan Ramadan yang identik dengan kesederhanaan. Dalam hitungan jam, isu ini menjelma jadi topik panas di berbagai platform.

Merasa bertanggung jawab, Sekda Fenny akhirnya angkat bicara. Lewat akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan permintaan maaf. “Saya mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Acara ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan swadaya,” tulisnya. Klarifikasi itu penting, tapi bagi banyak orang, persoalan bukan sekadar soal dana, melainkan soal etika dan kepantasan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang ada di acara itu, memberikan teguran lisan kepada Sekda. Menurutnya, pejabat publik harus menampilkan kesederhanaan, terlebih di bulan Ramadan. Teguran ini menjadi sinyal bahwa glamoritas pejabat bisa berimbas pada citra pemerintah daerah.

Kini, acara buka bersama bergaya Bollywood itu menjadi semacam “drama Ramadan” yang tak hanya menghibur, tapi juga mengundang refleksi. Apakah pejabat daerah sudah cukup peka terhadap aspirasi rakyat? Apakah pesta glamor masih pantas di tengah kebutuhan publik yang mendesak?

Satu hal jelas: pesta Bollywood di Sidoarjo telah meninggalkan jejak. Bukan sekadar foto dan video viral, tapi juga perdebatan panjang tentang gaya hidup pejabat, sensitivitas sosial, dan batas tipis antara hiburan dan kontroversi. ****

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *