Selisih 5 Persen,Proyek Peningkatan Jalan Kebonagung- Tambak Kemerakan (LJT) di Sidoarjo Disorot: Dinilai Sarat KKN
TIMOROMAN.COM – Proyek Peningkatan Jalan Kebonagung – Tambak Kemerakan (LJT) (Ruas Kebonagung -Kemasan) dengan nilai HPS anggaran Rp 18,9 miliar yang dimenangkan PT. BANGUN KONTRUKSI PERSADA menjadi sorotan publik.
Pasalnya, selisih antara HPS anggaran dan nilai penawaran pemenang dinilai terlalu tipis dan hanya mencapai kisaran 5 persen, sehingga memicu dugaan adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Berdasarkan data layanan pengadaan proyek tersebut memiliki HPS Anggaran sebesar Rp.19.997.702.846,65
Sementara nilai penawaran yang di ajukan oleh PT. BANGUN KONTRUKSI PERSADA sebagai pemenang adalah sebesar Rp 18.079.132.276,67.
Artinya hanya ada selisih sekitar 5 persen dari total HPS.
DInilai Janggal dan Tidak Wajar
Sejumlah pemerhati kebijakan publik salah satunya dari Kalangan Organisasi Mahasiswa menilai, selisih penawaran yang hanya mencapai 5 persen dalam tender proyek kontruksi adalah janggal dan tidak mencerminkan kompetisi yang sehat.
“Dalam tender yang kompetitif dan wajar, biasanya penawaran para peserta bisa turun 6 sampai 20 persen dari HPS. Kalau selisihnya hanya 5 persen, ini patut dipertanyakan. Seolah-olah pemenang tender sudah tahu nilai HPS dan sengaja menawar mepet dibawahnya agar keuntungan tetap maksimal. Ini indikasi awal syarat KKN,” Ungkap Salah satu Mahasiswa di Sidoarjo kepada awak media, Senin 10 Agustus 2026.
Pada Penawaran mepet pagu seperti ini, lanjutnya, seringkali menjadi modus untuk memaksimalkan keuntungan dan membuka ruang bagi adanya pengaturan pemenang atau persengkokolan.
“”Pertanyaannya, di mana efisiensi anggaran untuk negara? Kalau selisihnya hanya 5 persen dari Rp 18,9 miliar, hampir tidak ada penghematan.
Publik wajar curiga ada kongkalikong antara Pokja dan rekanan,” tambahnya.
Desakan Audit dan Transparansi
Atas temuan tersebut, Mahasiswa di Sidoarjo mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan mendalam terhadap proyek Peningkatan Jalan Kebonagung – Tambak Kemerakan (LJT) dan juga meminta agar Pokja Pemilihan membuka secara transparan dokumen penawaran seluruh peserta, evaluasi teknis, serta berita acara hasil lelang untuk membuktikan tidak ada pengaturan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. BANGUN KONTRUKSI PERSADA selaku pemenang tender dan pihak Dinas terkait sebagai pemilik proyek belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Dan Masyarakat Sidoarjo berharap, proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut dapat berjalan Transparansi, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan keuangan negara.
Bersambung(Ud/Rk)


