Program MBG Disuspensi Usai Video Viral, Praktisi Hukum Ingatkan Bijak Menyikapi

TIMOROMAN.COM-Praktisi hukum H. Prayitno SH MH menyoroti dampak besar dari viralnya temuan ulat di menu MBG SDN Pucang 1 Sidoarjo. Akibat video yang diunggah wali murid ke TikTok, operasional MBG disuspensi dan 53 pekerja terpaksa diliburkan tentu mereka kehilangan penghasilan.

“Gara-gara ulat di kacang, pengiriman MBG dihentikan sementara. Dampaknya panjang. 53 tenaga kerja MBG nggak bisa kerja, murid juga nggak dapat manfaat dari program itu,” ujar H. Prayitno

Satu Ompreng ke Suspensi Total
Kasus bermula saat wali murid menemukan ulat di kacang pada menu MBG. Temuan itu ada di satu piring milik anak mantan artis, lalu diviralkan di TikTok.

Pascaviral, MBG di SDN Pucang 1 disuspensi. Imbasnya merembet ke SDN lain. Pengiriman ke SDN pucang , misalnya, ikut dihentikan. SPPG memberi teguran dan menyetop distribusi sementara.

Prayit menyayangkan sikap yang dinilai kurang bijak. “Ulat di sayur itu musibah. Tidak semua piring kena. Harusnya dimusyawarahkan dulu dengan guru atau pengelola. Minta ganti, selesai. Bukan langsung di-upload,” katanya.

Ia menyebut, ulat rebus tidak mematikan meski tertelan, hanya memang menjijikkan. “Kalau bikin keracunan, beda cerita. Ini sepele, tapi dampaknya 53 orang nganggur,” tegasnya.

“Saya nggak bela siapa-siapa. Di tengah sebagai praktisi hukum. Tapi prihatin dengan peristiwa ini,” katanya. Ia mengutip pepatah Jawa “Ngono ya ngono, tapi ojo ngono” adalah filosofi Jawa yang berarti “Begitu ya begitu, tapi jangan begitu”. Kalimat ini adalah nasihat untuk bersikap bijak, seimbang, dan tidak berlebihan dalam bertindak atau menanggapi sesuatu, meski kebebasan itu ada. Ini mengingatkan agar tidak melanggar batas moral dan norma sosial.

Desak Pemerintah Kaji Ulang Suspensi MBG
Prayit mendesak pemerintah bijak menangani kasus ini. “Program MBG niatnya baik, angkat gizi dan ekonomi. Jangan karena satu video langsung dihentikan total. Dikaji dulu. Ulat sayur bukan racun. Kasihan pekerja yang jadi korban,” katanya.

Ia mempertanyakan sampai kapan suspensi berlaku dan siapa yang tanggung jawab atas dampak pengangguran. “Program Presiden Prabowo ingin bantu rakyat. Jangan rusak karena kurang musyawarah,” tutup H.Prayitno.****

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *