Proyek Pemeliharaan Jalan Rp359 Juta di GEDANGAN (BALDES), – BETRO (SMP ASA), Diduga Tak Sesuai RAB
TIMOROMAN.COM – Proyek Pemeliharaan Jalan di Desa Gedangan (BALDES) – Betro (SMP ASA) Kecamatan Sedati – Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari Ketua LSM LASYKAR ABBABIL Kab Sidoarjo,Mariono.
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 dengan nilai negoisasi Rp359 juta tersebut diduga tidak memenuhi standar kualitas dan ketebalan sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pekerjaan pemeliharaan jalan yang berlokasi di sepanjang jalan permukiman warga Desa Gedangan – Betro itu dikerjakan oleh CV WILDAN SAPUTRA.
Meski pekerjaan baru dikerjakan, dugaan Penyimpangan mencuat setelah dilakukan pengukuran langsung di lapangan oleh Ketua LSM LASYKAR ABBABIL ,Mariono, pada Jum,at (20/02/2026).
Mariono mengungkapkan bahwa ketebalan lapisan aspal yang terpasang diduga jauh dari standar teknis yang seharusnya diterapkan.
“Dalam RAB, lapisan AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course) seharusnya setebal 4 sentimeter dan lapisan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) setebal 3 sentimeter Total ketebalan idealnya 7 sentimeter.Namun fakta di lapangan tidak demikian,” Ujar Mariono kepada awak media.
Menurut Mariono, secara kasatmata kondisi aspal terlihat tipis. Dugaan tersebut kemudian diperkuat dengan hasil pengukuran langsung yang dilakukan di beberapa titik ruas jalan.
“Hasil pengukuran kami menunjukkan AC – BC hanya sekitar 2 sentimeter, sedangkan AC – WC sekitar 2 sentimeter. Jadi total ketebalannya hanya 3 sentimeter. ini jelas tidak sesuai RAB dan sanggar merugikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
MARIONO menilai, apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa evaluasi dan perbaikan, maka kualitas jalan akan sangat rentan mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Terlebih, ruas jalan tersebut kerap dilalui kendaraan yang bermuatan agak lumayan berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kalau lapisan AC-BC dibuat terlalu tipis daya tahan jalan otomatis berkurang. Bisa jadi belum sampai satu tahun, jalan sudah rusak parah. Nanti siapa yang bertanggung jawab?” lanjut Mariono.
Ia juga menyoroti peran Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kabupaten Sidoarjo yang dinilai lalai dan ada unsur Pembiaran dalam melakukan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Pengawasan yang lemah sangat merugikan daerah dan negara. Ini bukan hanya soal kualitas jalan, tapi juga soal transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik,” katanya.
Atas dugaan tersebut, LSM LASYKAR ABBABIL Kab Sidoarjo mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit terhadap proyek Pemeliharaan jalan Gedangan (BALDES) -Betro (SMP ASA) di Desa Betro.
“Kami meminta APH bertindak tegas. Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk kontrol sosial,” pungkas Mariono.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kabupaten Sidoarjo maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian ketebalan dan kualitas aspal tersebut.
(Ud/Rik)


