Siapa Mau Minum Secangkir Teh Susu dengan 12 Sendok Teh Gula di Thailand

TIMOROMAN.COM-Rata-rata, warga Thailand mengonsumsi 21 sendok teh gula per hari, lebih dari tiga kali lipat rekomendasi WHO, sementara secangkir teh susu 300 ml dapat mengandung hingga 12 sendok teh gula.

Mulai Februari, sembilan jaringan kedai kopi besar di Thailand berkomitmen untuk mengurangi kandungan gula standar dalam beberapa minuman seperti kopi dan teh hingga 50%. Ini adalah inisiatif pemerintah untuk mengendalikan konsumsi gula berlebihan, menurut Bangkok Post .

Di Thailand, banyak orang menganggap kopi kental dan manis atau teh es sebagai hidangan penutup yang tak terpisahkan setelah setiap makan. Rata-rata orang mengonsumsi 21 sendok teh gula per hari, lebih dari tiga kali lipat dari 6 sendok teh per hari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Survei yang dilakukan oleh Departemen Gizi Thailand menunjukkan bahwa segelas kopi es berukuran 650ml mengandung rata-rata 9 sendok teh gula, sedangkan secangkir bubble tea berukuran 300ml dapat mengandung hingga 12 sendok teh gula.

Di Thailand, minuman manis sangat mudah ditemukan di mana-mana, mulai dari minimarket hingga warung pinggir jalan. Harganya yang murah dan rasanya yang menarik membuat konsumen mudah mengonsumsinya tanpa menyadari kandungan gulanya yang berlebihan.

Standar “kemanisan” di Thailand juga berbeda secara signifikan dari banyak negara lain; produk yang sama mungkin memiliki kandungan gula 1,5-2 kali lebih tinggi. Perbedaan ini diyakini berasal dari kebiasaan kuliner yang sudah lama ada dan ketergantungan industri makanan pada formula dengan kandungan gula tinggi.

Di warung minuman milik “tante berbibir merah” Pa Pak Daeng di daerah Sao Chingcha, distrik Phra Nakhon, Bangkok, warga lokal dan turis internasional sering mengantre untuk menyaksikan pemiliknya dengan cepat menyiapkan minuman.

Dalam banyak video, dia menyendok gula pasir ke dalam gelas, rata-rata 3 sendok besar per cangkir, mengisi hampir seperempat volume cangkir. Untuk teh susu, jumlah gula bisa mencapai hingga 7 sendok.

Di forum-forum untuk turis dan warga asing yang tinggal di Thailand, banyak komentar menunjukkan bahwa minuman di kafe dan kedai teh populer , seperti teh susu atau teh es, seringkali lebih manis dari yang mereka inginkan. Beberapa orang mengatakan mereka selalu harus meminta gula dikurangi 25-50%, atau bahkan tanpa gula sama sekali, jika tidak, minuman tersebut sulit diminum karena “terlalu manis”.

Dalam sebuah unggahan yang banyak dibagikan, para wisatawan berkomentar bahwa “gula ditambahkan ke segala hal” di Thailand, mulai dari smoothie hingga hidangan lainnya, sehingga menyulitkan mereka untuk menikmati cita rasa asli buah tersebut.

Sementara itu, wisatawan Quach Chanh (Kota Ho Chi Minh) berkomentar bahwa teh susu Thailand tidak terlalu manis seperti yang diharapkan, rasa tehnya kuat, dan volumenya yang besar berarti bisa dibawa dan diminum sepanjang hari, sedangkan minuman lain kebanyakan hanya untuk menyegarkan diri. Wisatawan juga dapat menyesuaikan jumlah gula sesuai selera mereka.

Petugas kesehatan Thailand memperingatkan bahwa konsumsi gula yang tinggi meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya. Data dari tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 45% warga Thailand berusia 15 tahun ke atas mengalami obesitas, sementara 10% penduduk menderita diabetes.

Menurut pedoman baru, secangkir kopi berukuran 16 ons (sekitar 470-500 ml) yang sebelumnya mengandung sekitar 7,3 sendok teh gula sekarang akan mengandung 3,7 sendok teh.

Untuk es teh atau teh susu, jumlah gula dikurangi dari 6,6 menjadi 3,3 sendok teh. Langkah ini didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi perilaku, menyesuaikan kadar gula standar agar lebih sesuai dengan standar kesehatan.

Namun, implementasinya mungkin menantang karena setiap merek diperbolehkan menerapkan inisiatif ini dengan caranya sendiri.

Di media sosial, beberapa pelanggan mengungkapkan kebingungan, mempertanyakan cara memesan minuman sesuai dengan tingkat kemanisan yang diinginkan. Banyak merek menyatakan bahwa pengurangan gula hanya berlaku untuk item tertentu di menu.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *