FIFA Memberikan Wewenang kepada Al Nassr untuk Mengakhiri Kontrak Ronaldo
TIMOROMAN.COM-Penolakan Cristiano Ronaldo untuk bermain membuka kemungkinan bagi Al Nassr untuk secara hukum mengakhiri kontraknya, dengan kewajiban membayar kompensasi sebagaimana diatur dalam peraturan FIFA.
Menurut peraturan FIFA , Al Nassr memiliki hak hukum untuk mengakhiri kontrak Cristiano Ronaldo setelah striker berusia 40 tahun itu menolak untuk bermain.
Meskipun Ronaldo baru memperpanjang kontraknya Juni lalu, hingga 2027, situasi yang timbul akibat kegagalannya bermain melawan Al Riyadh memicu klausul terkait pelanggaran kontrak.
Secara spesifik, Pasal 17 dari ‘Peraturan tentang Status dan Transfer Pemain ‘ menyatakan bahwa pihak yang menderita kerugian akibat pelanggaran kontrak berhak atas kompensasi.
Kompensasi dihitung berdasarkan kerugian aktual, sesuai dengan prinsip “kepentingan positif”, dengan mempertimbangkan keadaan khusus, dan sesuai dengan hukum negara yang bersangkutan. Klausul ini memungkinkan Al Nassr, jika ia memilih untuk mengakhiri kontrak, untuk menuntut kompensasi dari Ronaldo atas kerugian yang diderita.
Selain kewajiban finansial, FIFA juga menetapkan sanksi olahraga bagi pemain yang secara sepihak mengakhiri kontrak mereka selama periode perlindungan, dengan hukuman berupa larangan empat bulan dari semua kompetisi resmi.
Namun, kasus Ronaldo memiliki poin penting. Untuk pemain yang berusia di atas 28 tahun, masa perlindungan hanya berlaku untuk dua tahun pertama kontrak mereka. Ronaldo telah melewati usia ini di Al Nassr, jadi dia tidak lagi berada dalam masa perlindungan.
Ini berarti bahwa jika Al Nassr memutuskan untuk mengakhiri kontrak, Ronaldo bebas untuk menandatangani kontrak dengan klub lain segera, tanpa dikenai sanksi larangan bermain. Hak pendaftarannya hanya akan bergantung pada penyelesaian prosedur hukum yang relevan.
Mengenai alasan menolak bermain, Ronaldo bahkan tidak termasuk dalam daftar skuad untuk kemenangan Al Nassr 1-0 atas Al Riyadh.
Menurut surat kabar Portugal A Bola, sang superstar “tidak senang dengan cara Dana Investasi Publik Arab Saudi mengelola tim,” terutama jika dibandingkan dengan cara dana tersebut memperlakukan pesaing lain yang juga dikelola oleh dana yang sama. Perkembangan ini membuat masa depan Ronaldo di Arab Saudi menjadi lebih sulit diprediksi dari sebelumnya.***

