Dunia Diminta Bersiap Hadapi Dampak Super El Niño terhadap Cuaca dan Pangan

TIMOROMAN.COM-Fenomena Super El Niño diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950 dan mulai memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia. Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan kondisi ini berpotensi mendorong sedikitnya 49 juta orang tambahan mengalami kerawanan pangan akut sebelum akhir 2027.

Untuk mengantisipasi dampaknya, WFP meningkatkan langkah kesiapsiagaan dan memperkuat rencana respons di wilayah-wilayah yang dinilai paling rentan.

El Niño merupakan fenomena alam yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Pemanasan tersebut melepaskan energi panas dalam jumlah besar ke atmosfer sehingga mengubah pola cuaca global. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa dampaknya tidak selalu sama di setiap negara.

Intensitas El Niño yang tinggi memang meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, tetapi tidak berarti seluruh dunia akan mengalami bencana besar secara bersamaan.

Dampak yang ditimbulkan dapat berupa kekeringan berkepanjangan di sebagian wilayah, sementara daerah lain justru mengalami curah hujan tinggi yang memicu banjir. Para ahli memperkirakan Indonesia dan Australia berisiko mengalami kekeringan, India menghadapi musim monsun yang lebih lemah dari biasanya, sedangkan sejumlah wilayah di Afrika berpotensi mengalami hujan ekstrem maupun kekeringan.

Di Amerika Serikat, El Niño umumnya membawa musim dingin yang lebih hangat di wilayah utara dan curah hujan lebih tinggi di bagian selatan, sekaligus mengurangi aktivitas badai di Samudra Atlantik.

Selain memengaruhi cuaca, El Niño juga diperkirakan mendorong kenaikan suhu rata-rata global. Panas tambahan dari fenomena ini memperkuat tren pemanasan akibat perubahan iklim, sehingga para ilmuwan menilai tahun 2026 dan 2027 berpeluang mencatat rekor suhu tertinggi baru. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memperkirakan sebagian besar wilayah dunia akan mengalami suhu di atas rata-rata pada periode Agustus hingga Oktober.

Para pakar menilai deteksi dini terhadap El Niño memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan. Langkah-langkah seperti penyesuaian pola tanam, penguatan cadangan pangan, pengelolaan sumber daya air, serta penyusunan rencana tanggap terhadap gelombang panas, banjir, dan kekeringan dinilai penting dilakukan sejak sekarang. Dengan kesiapan yang lebih baik, dampak El Niño terhadap ketahanan pangan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.****

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *