PT. BANGUN KONTRUKSI PERSADA Menang Tender Jalan Rp 18 Miliar di Sidoarjo, Selisih Penawaran Kian Menyempit

TIMOROMAN.COM – Proyek Peningkatan Jalan Kebonagung – Tambak Kemerakan (LJT) (Ruas Kebonagung – Kemasan) di Kabupaten Sidoarjo menetapkan PT. BANGUN KONTRUKSI PERSADA sebagai pemenang tender pekerjaan kontruksi jalan dengan nilai lebih dari Rp 18 Miliar dan skr dalam proses masa sanggah.

Berdasarkan dokumen LPSE, proyek tersebut memiliki:

1.pagu anggaran sebesar Rp.18.997.778.682,00

2.sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat Rp18.997.702.846,65

Dalam proses evaluasi tender , PT. BANGUN PERSADA KONTRUKSI mengajukan penawaran terkoreksi sebesar Rp 18.079.132.276,67 dan kemudian ditetapkan sebagai pemenang tender proyek tersebut dan saat ini memasuki proses masa sanggah.

Selisih Penawaran Sangat Tipis

Jika dibandingkan dengan nilai HPS, penawaran pemenang hanya turun sekitar Rp 918 juta atau kurang dari 6 persen.

Dalam praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah, selisih penawaran yang tipis terhadap HPS seperti ini sering menjadi perhatian publik dan pengawas pengadaan karena :

1.efisiensi anggaran relatif sangat minim.

2.ruang kompetisi harga terlihat sangat sempit.

3serta pola penawaran mendekat HPS yang terus berulang pada sejumlah proyek infrastruktur bernilai besar.

Meski secara adminitrasi kondisi tersebut masih dimungkinkan dalam mekanisme tender pemerintah, pola penawaran yang terus mendekati HPS tetap memunculkan pertanyaan mengenai efektifitas persaingan dalam proses pengadaan.

Apalagi proyek ini kembali memperlihatkan pola yang cukup sering muncul pada pekerjaan kontruksi di Sidoarjo :

1.proyek bernilai besar.

2.sektor jalan dan infrastruktur.

3.serta penawaran akhir yang berada sangar dekat dengan HPS.

Situasi tersebut memang belum menunjukkan adanya pelanggaran secara langsung. Namun dalam perspektif tata kelola pengadaan, kondisi seperti ini tetap menjadi bahan evaluasi penting terkait :

1.tingkat kompetisi antar peserta.

2.efisiensi penggunaan anggaran.

3.serta kualitas proses tender secara keseluruhan.

Pengawasan Publik Mulai Menguat

Dengan nilai proyek mencapai puluhan miliar rupiah, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada proses penetapan pemenang tender.

Tetapi juga pada:

1.kualitas pekerjaan,

2.spesifikasi material,

3.ketepatan volume pekerjaan,

4.progres pelaksanaan,

5.hingga pengawasan di lapangan.

Karena dalam proyek infrastruktur jalan, kualitas hasil pekerjaan akan menjadi ukuran utama apakah penggunaan anggaran benar – benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penetapan pemenang tender sesungguhnya hanyalah awal dari penggunaan uang publik.

Ujian sesungguhnya berada pada:

1.Pelaksanaan proyek,

2.mutu pekerjaan,

3.ketahanan jalan,

4.dan hasil akhir yang nantinya dirasakan langsung masyarakat Sidoarjo.

Sebab ketika proyek bernilai besar dimenangkan dengan selisih penawaran yang tipis terhadap HPS, maka yang perlu diuji bukan hanya prosedur adminitrasi.

Tetapi juga:

1.seberapa sehat kompetisi tender berjalan,

2.seberapa ketat pengawasan pelaksanaan proyek,

3.dan seberapa besar kualitas pekerjaan benar-benar dijaga.

Kantor Cabang Surabaya Enggan Memberi Penjelasan

Saat media ini meminta klarifikasi kepada kantor cabang perusahaan di Surabaya, salah seorang pihak dihubungi lewat saluran WhatsApp,,melakukan aksi Bungkam, Kamis (28/05/2026).

Dengan Bungkamnya Staff Kantor Cabang Surabaya tersebut semakin memperlihatkan bahwa keterbukaan informasi terkait proyek-proyek bernilai besar masih menjadi perhatian publik.

Karena dalam penggunaan anggaran daerah bernilai puluhan miliar rupiah, transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan dan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
(Ud/Rk)

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *