Pengawasan Tumpul, Proyek Amburadul: Kinerja Bidang Irigasi PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo Dipertanyakan
TIMOROMAN.COM – Kinerja Bidang Irigasi pada PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo kini menjadi sorotan tajam.
Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya dugaan kelalaian serius dalam pengawasan proyek irigasi terutama Pembangunan Saluran Irigasi Kemasan II yang berada di Kecamatan Wonoayu, yang berdampak pada kualitas pembangunan yang dinilai jauh dari standar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (11/06/2026), beberapa pekerjaan irigasi diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Struktur bangunan yang seharusnya kokoh justru terlihat rapuh, memunculkan kekhawatiran terhadap data tahan dan fungsi jangka panjang.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya kontrol serta tanggung jawab dari pihak yang memiliki kewenangan pengawasan.
Ancaman Anggaran Daerah
Lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan dampak serius , Selain berisiko menggerus anggaran daerah, kondisi ini juga mengancam distribusi air ke lahan pertanian yang sangat bergantung pada sistem irigasi yang layak.
Jika tidak segera di tangani, dampaknya dapat meluas pada penurunan produktifitas petani serta terganggunya ketahanan pangan di tingkat lokal.
Situasi ini dinilai bertolak belakang dengan amanat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa stiap ASN wajib bekerja secara profesional, akuntabel, dan penuh tanggung jawab, termasuk dalam pengawasan proyek yang menggunakan anggaran negara.
Kelalaian dalam menjalankan fungsi pengawasan tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi masuk kategori pelanggaran disiplin ASN.
Dengan adanya temuan ini, publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bidang Irigasi, Jika Terbukti terjadi kelalaian, maka sanksi tegas dinilai perlu dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penguatan sistem pengawasan dan transparansi menjadi langkah penting guna memastikan proyek infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani yang sangat bergantung pada keberadaan irigasi yang berfungsi optimal.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.(Ud/Rk)

