Poyek Pemeliharaan Jalann Panjunan – Bangsri Diduga Curi Start
TIMOROMAN.COM-Proyek Pemeliharaan Jalan Panjunan – Bangsri dengan Kontruksi Aspal Hotmix yang berada di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Diduga “curi start” dan tidak ada papan nama informasi proyek di lokasi.
Proyek tersebut dikerjakan bersifat non lelang atau surat perintah kerja (SPK) model Pengadaan Langsung (PL) dari Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kabupaten Sidoarjo, karena anggarannya di bawah Rp400 juta. Adapun proyek kontruksi Aspal Hotmix itu menyerap APBD Tahun Anggaran 2026, sebesar Rp 282.189.617,24.
Saat berita ini ditayangkan, proyek tersebut masih dilaksanakan oleh rekanan PUBM SDA di Bidang Jalan, tidak ada papan informasi proyek dilokasi ini sering disebut banyak pihak sebagai sebagai proyek “curi start”. Bahkan, terindikasi pulang, tidak ada pengawasan intensif di lapangan oleh petugas dari dinas terkait ketika pelaksanaan leveling tanah, kegiatan gelar pelapisan basecourse, hingga pemadatan menggunakan alat berat.
salah seorang pekerja di selah-selah waktu pengerjaan gelar basecourse di proyek tersebut mengaku bahwa ia tidak tahu siapa pengawas teknis dari Dinas PUBM SDA di Bidang Jalan Kab.Sidoarjo yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan dalam proyek pemeliharaan jalan ini.
“Saya tidak tahu siapa yang ditugasi jadi pengawasnya Kami tidak pernah Jumpa juga tidak pernah dikasih tahu. Kalau yang nyuruh saya mengerjakan gelar batu basecourse ini Pak Yoyok,” kata pekerja yang minta namanya tidak ditulis, saat dikonfirmasi awak media di lokasi proyek, pada Rabu (25/02/2026).
Warga Bangsri Enjos (45) mengatakan pekerjaan khusus pengaspalan Hotmix pada proyek pemeliharaan jalan Panjunan – Bangsri tersebut dilaksanakannya pada siang hari.
“Pekerjaan pengaspalannya langsung selesai pada hari itu juga. Tapi Sayangnya itu, aspalnya terlalu tipis sekali ya. Masa lebar jalan empat meteran aspal hotmixnya tipis, paling juga ketebalannya rata-rata sekitar dua meteran,” ungkap Enjos saat dilokasi proyek.
Enjos. Menambahkan, pada pelaksanaan pekerjaan hingga gelar aspal sepertinya kurang pengawasan dari Dinas terkait, kayaknya sih kurang pengawasan saja saat pengerjaan kontruksi sampai pengaspalan.
Kalau aspal nya tipis, tentunya jalan ini akan cepat hancur lagi dah. Apalagi sering kena hujan, bisa lebih cepat ancur aspalnya,”kata Enjos.(Rd/Ud)


