Timor-Leste Mengutuk Pengusiran Diplomat oleh Junta Myanmar
TIMOROMAN.COM-Pemerintah Konstitusional Timor-Leste ke-9 mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keputusan junta militer Myanmar untuk mengusir Kuasa Usahanya. Dalam pernyataan dari negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tersebut, Timor-Leste menegaskan kembali solidaritasnya dengan rakyat Myanmar dan menyerukan pemulihan tatanan demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan penyelesaian krisis secara damai.
Pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
Timor-Leste, sejalan dengan posisi yang diambil oleh ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menegaskan kembali pentingnya mendukung semua upaya untuk memulihkan tatanan demokrasi di Myanmar dan menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Myanmar sambil mendesak junta militer untuk menghormati hak asasi manusia dan mencari solusi damai dan konstruktif untuk krisis tersebut.
Sejak kudeta militer pada Februari 2021, situasi di Myanmar telah menjadi perhatian global. Junta militer merebut kekuasaan, membatalkan hasil pemilihan demokratis dan memicu serangkaian krisis kemanusiaan, ekonomi, dan politik. Komunitas internasional, termasuk Timor-Leste, terus menyerukan penyelesaian damai atas krisis tersebut dan penghormatan terhadap hak-hak mendasar rakyat Myanmar.
Juru Bicara Pemerintah Konstitusional ke-9, Menteri Agio Pereira, menyatakan bahwa “Republik Demokratik Timor-Leste tetap teguh pada keyakinannya bahwa hanya melalui dialog dan penghormatan terhadap kehendak rakyat, solusi damai dan abadi untuk krisis di Myanmar dapat dicapai”. Pemerintah kembali menegaskan “seruannya kepada komunitas internasional untuk bersatu dalam upaya mempromosikan pemulihan tatanan demokrasi dan hak asasi manusia di kawasan ini”.***

