Minum Teh Pekat Membahayakan Organ Dalam
TIMOROMAN.COM-Menikmati secangkir teh hangat telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat dunia berkat kandungan antioksidannya yang melimpah.
Namun, di balik kenikmatan minuman kuno ini, cara penyajian yang keliru justru dapat mengubah khasiatnya menjadi ancaman bagi tubuh.
Banyak orang sengaja membiarkan kantung atau daun teh terendam dalam waktu lama agar warnanya lebih pekat dan rasanya lebih kuat, tanpa menyadari dampak medis yang mengintai di balik kebiasaan tersebut.
Sebuah penelitian berskala besar yang diterbitkan dalam Journal of Internal Medicine baru-baru ini menyoroti bagaimana karakteristik penyajian teh, termasuk tingkat kepekatan dan suhunya, sangat memengaruhi kesehatan sistem kardiovaskular manusia.
Meskipun konsumsi teh secara rutin dalam porsi sedang terbukti mampu menurunkan risiko penyakit jantung hingga 11 persen, manfaat perlindungan ini akan hilang jika teh diseduh dengan kepekatan yang berlebihan atau diminum saat suhunya masih sangat panas.
Para ahli dalam studi longitudinal tersebut menegaskan bahwa konsumsi teh dalam kondisi yang terlalu pekat justru dapat memicu efek samping yang merugikan organ dalam.
Ketika daun teh terendam melampaui batas waktu ideal, air seduhan akan mengalami proses ekstraksi berlebih (over-steeping) yang melepaskan zat tanin dan kafein dalam kadar yang sangat tinggi.
Lonjakan konsentrasi tanin yang pekat ini tidak hanya memberikan rasa pahit yang tajam, tetapi juga dapat mengikat zat besi non-heme dari makanan di dalam saluran pencernaan, sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi penting tersebut dan meningkatkan risiko anemia.
Selain itu, teh yang terlalu pekat bersifat agresif terhadap dinding lambung, sehingga sering kali memicu iritasi, mual, hingga gangguan buang air besar atau sembelit.
Tidak kalah mengkhawatirkan, durasi perendaman yang terlalu lama juga mengekstrak kandungan kafein secara maksimal ke dalam cangkir.
Bagi individu yang sensitif, paparan kafein berlebih ini dapat memicu stimulasi saraf yang berujung pada kecemasan, gangguan pola tidur, migrain, hingga jantung berdebar. Bahkan, dalam jangka panjang, air seduhan teh yang terlalu kental terbukti memperberat efisiensi kerja ginjal dalam menyaring sisa-sisa zat metabolik tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal dari zat polifenol di dalamnya tanpa mengorbankan organ tubuh, para pakar menyarankan batasan waktu menyeduh yang aman.
Teh hijau sebaiknya hanya diseduh selama satu hingga tiga menit dengan air bersuhu hangat, sementara teh hitam dan teh herbal memiliki batas toleransi maksimal tiga hingga lima menit saja sebelum daun atau kantungnya diangkat dari air.****

