Ancaman Kekeringan Ekstrem, Timor-Leste Harus Segera Bersiap Hadapi Super El Nino
TIMOROMAN.COM-Pemerintah Timor-Leste bersama sejumlah badan kemanusiaan internasional mulai meningkatkan status kesiapsiagaan menyusul ancaman fenomena iklim Super El Niño. Fenomena ini dikhawatirkan memicu kekeringan ekstrem, krisis pangan akut, dan kelangkaan air bersih massal di sebagian besar wilayah distrik negara tersebut.
Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian tadah hujan, dampak Super El Niño diproyeksikan akan memukul langsung ketahanan hidup warga pedesaan. Curah hujan diperkirakan anjlok drastis hingga di bawah normal, mengancam kegagalan panen komoditas pokok seperti padi dan jagung.
Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste, Marcos da Cruz, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terlambat mengambil tindakan. Langkah mitigasi cepat harus segera dilakukan sebelum situasi di lapangan memburuk.
“Kami mengimbau para petani untuk mulai beralih ke tanaman yang lebih tahan kekeringan, seperti ubi jalar dan singkong, serta menghemat cadangan air yang ada. Pemerintah saat ini terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan stok pangan nasional tetap aman menghadapi fase kritis ini,” ujar Marcos da Cruz dalam keterangan resminya di Dili.
Lembaga bantuan memperingatkan bahwa tanpa intervensi cepat, ratusan ribu warga Timor-Leste berisiko mengalami krisis kelaparan tingkat darurat. Selain manusia, sektor peternakan yang menjadi tabungan ekonomi warga—seperti sapi, kerbau, dan babi—juga terancam mati massal akibat mengeringnya sumber air dan padang rumput. Selain itu, suhu ekstrem meningkatkan risiko kebakaran hutan di wilayah pegunungan.
Saat ini, Pemerintah Timor-Leste tengah berkoordinasi dengan badan global seperti UNDP dan FAO untuk menyusun aksi antisipatif (anticipatory action). Langkah darurat yang disiapkan mencakup penyaluran bantuan tunai penunjang pangan, pemetaan distribusi air bersih ke distrik terisolasi, serta pemanfaatan dana kesiapsiagaan regional guna mengamankan pasokan darurat.***

