Ozempic Berpotensi Turunkan Risiko Kanker, tetapi Belum Bisa Disebut Obat Kanker
TIMOROMAN.COM-Obat diabetes dan penurun berat badan Ozempic kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penelitian terbaru menunjukkan potensi manfaatnya dalam menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa Ozempic maupun obat sejenisnya belum dapat dikategorikan sebagai obat kanker.
Temuan tersebut mengemuka dalam berbagai penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2026 di Chicago, Amerika Serikat. Lebih dari dua lusin studi menemukan bahwa kelompok pasien yang mengonsumsi obat golongan GLP-1, termasuk semaglutide yang terkandung dalam Ozempic, menunjukkan risiko kanker yang lebih rendah, angka kelangsungan hidup yang lebih baik, serta respons terapi yang lebih positif dibandingkan pasien yang tidak menggunakannya.
Salah satu penelitian terhadap lebih dari 110.000 perempuan menemukan bahwa pengguna obat GLP-1 memiliki risiko terkena kanker payudara hingga 35 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi obat tersebut. Namun para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat observasional dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Penelitian lain yang melibatkan lebih dari 12.000 pasien kanker stadium awal hingga menengah menunjukkan bahwa penggunaan obat GLP-1 berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan kanker menjadi stadium lanjut pada beberapa jenis kanker terkait obesitas, seperti kanker paru, payudara, kolorektal, dan hati. Pada kelompok tersebut, risiko metastasis dilaporkan 38 hingga 50 persen lebih rendah dibandingkan kelompok pembanding.
Para ahli menduga manfaat tersebut berkaitan dengan kemampuan obat GLP-1 dalam menurunkan berat badan, mengendalikan kadar gula darah, serta mengurangi peradangan kronis yang selama ini diketahui berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker.
Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan bahwa bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Ozempic dapat mencegah atau mengobati kanker. Sejumlah studi yang tersedia saat ini masih berupa penelitian observasional sehingga belum dapat memastikan apakah manfaat tersebut benar-benar berasal dari obat atau dipengaruhi faktor lain.
“Masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa obat seperti Ozempic dapat mencegah kanker,” tulis laporan Science News yang mengulas perkembangan riset terbaru mengenai obat GLP-1 dan kanker.
Sebelumnya, penelitian yang dipublikasikan pada 2024 juga menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan terapi GLP-1 memiliki risiko lebih rendah terhadap 10 dari 13 jenis kanker terkait obesitas dibandingkan pasien yang menggunakan insulin. Namun para peneliti saat itu menyebut temuan tersebut masih merupakan bukti awal yang memerlukan uji klinis lebih lanjut.
Dengan berbagai hasil yang terus bermunculan, kalangan ilmuwan kini mulai melihat obat GLP-1 sebagai kandidat potensial dalam pencegahan kanker. Namun hingga saat ini, Ozempic tetap merupakan obat yang disetujui untuk pengobatan diabetes tipe 2 dan pengelolaan berat badan, bukan sebagai terapi kanker. Uji klinis skala besar masih diperlukan sebelum manfaat antikanker dari obat tersebut dapat dipastikan secara ilmiah.***

