Ikatan Mahasiswa Teknik Timor Leste ITN Malang rayakan Hari Restorasi Kemerdekaan ke 24

TIMOROMAN.COM-Serunya Mahasiswa Timor Leste ITN Malang Rayakan Hari Restorasi Kemerdekaan ke 24 di Ruang Hidrolika Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak ramai dan penuh kehangatan. Puluhan mahasiswa asal Timor Leste berkumpul untuk merayakan Hari Kemerdekaan negara mereka yang ke-24, yang sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Mei mendatang.

Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Teknik Timor Leste (IMTTL) ITN Malang ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa internal kampus, tapi juga menjadi ajang temu kangen bagi mahasiswa Timor Leste yang kuliah di Unisma, Unmer, Unitri, bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Surabaya.

Bagi warga Timor Leste, hari kemerdekaan memang punya makna mendalam karena mereka merayakan dua momen bersejarah besar. Yakni: Hari Restorasi Kemerdekaan setiap 20 Mei, dan Hari Proklamasi Kemerdekaan pada 28 November. Nah, momen kali ini dimanfaatkan betul oleh para mahasiswa di perantauan untuk mempererat persaudaraan sekaligus menyalakan kembali semangat belajar mereka.

Ketua IMTTL ITN Malang, Mario Decio Simao dos Santos, menceritakan, acara kali ini sengaja dikemas santai namun tetap bermakna. Selain agenda seremonial seperti menyanyikan lagu kebangsaan dan sharing soal makna kemerdekaan, mereka juga menggelar turnamen esport PUBG Mobile yang diikuti oleh 14 tim.

“Awalnya sempat kepikiran mau mengadakan lomba futsal, tapi butuh tempat yang luas. Kalau esport kan tidak makan tempat, lagian juga banyak pecintanya. Sambil main game, kami bisa duduk bareng, ngobrol, dan saling kenal satu sama lain,” ujar mahasiswa Teknik Mesin S-1 angkatan 2023 ini.

Mario menambahkan, perayaan ini menjadi pengingat atau booster bagi mereka agar tidak lupa pada perjuangan para pahlawan. Sebagai mahasiswa teknik yang merantau di negeri orang, mereka sadar mempunyai tanggung jawab besar untuk membawa pulang ilmu demi membangun Timor Leste di masa depan.

“Pesan saya untuk teman-teman di perantauan, ingat orang tua di kampung halaman. Di tanah orang kita membawa nama negara, jadi jangan sampai melanggar aturan. Utamakan belajar dan belajar,” tegas Mario, yang mencatat ada 13 mahasiswa baru asal Timor Leste yang bergabung di ITN Malang tahun ini.

Dukungan penuh juga datang dari pihak kampus. Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) ITN Malang, Krisna Febrian Anugerahputra, ST., MT., M.Sc., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan rasa bangganya. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa internasional, khususnya 37 mahasiswa asal Timor Leste memberikan warna tersendiri bagi kehidupan akademik dan sosial di Kampus Biru ITN Malang.

“Kami tahu ada tantangan tersendiri saat beradaptasi di lingkungan baru, mulai dari budaya, bahasa, hingga rasa rindu karena jauh dari keluarga. Namun, kami melihat semangat dan ketekunan yang luar biasa dari mahasiswa Timor Leste,” ungkap Krisna. Ia juga memastikan bahwa KUI ITN Malang berkomitmen penuh untuk mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan para mahasiswa internasional agar mereka bisa belajar dengan nyaman dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar ITN.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *