Dana Perminyakan Timor-Leste Turun 340 Juta Dolar
TIMOROMAN.COM-Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), pada Senin ini, meluncurkan laporan Dana Perminyakan untuk kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Direktur Eksekutif BCTL, Tobias Ferreira, mengatakan laporan tersebut menunjukkan bahwa saldo Dana Perminyakan pada kuartal IV 2025 mencapai US$18,61 miliar, menurun dibandingkan dengan US$18,95 miliar pada kuartal ketiga tahun 2025.
“Laporan ini juga menunjukkan bahwa total pendapatan yang diterima pada kuartal keempat mencapai US$11,37 juta, sementara pendapatan bruto dari investasi tercatat sebesar US$251,64 juta,” kata Tobias Ferreira melalui konferensi pers yang diadakan di kantor BCTL, Senin ini.
Ia menjelaskan, pendapatan investasi tersebut terdiri atas kupon atau bunga dan dividen sebesar US$91,48 juta, serta perubahan nilai pasar sebesar US$16,5 juta.
Tobias menambahkan bahwa imbal hasil portofolio Dana Perminyakan dari pasar keuangan pada kuartal ini mencapai 1,68 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan patokan pasar keuangan (benchmark) sebesar 1,58 persen.
Menurutnya, pada kuartal IV 2025, total penarikan Dana Perminyakan mencapai US$604,34 juta, dengan rincian US$600 juta ditransfer ke Rekening Kas Negara untuk membiayai Anggaran Negara dan US$4,34 juta digunakan untuk membayar biaya pengelolaan investasi.
“Untuk keseluruhan tahun 2025, Dana Perminyakan dibuka dengan saldo US$18,27 miliar, menerima pendapatan sebesar US$36,12 juta, dan mencatat total imbal hasil dari investasi, setelah dikurangi pengeluaran dan pajak, sebesar US$1,75 miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 total transfer ke Rekening Kas Negara mencapai US$1,45 miliar, dengan imbal hasil investasi di pasar keuangan sebesar 10,41 persen, lebih tinggi dari patokan sebesar 10,04 persen.
Sejak pembentukan Dana Perminyakan, lanjut Ferreira, total pendapatan mencapai sekitar US$25,28 miliar, dengan total pengembalian dari investasi pasar keuangan sebesar US$12,03 miliar, serta pengembalian tahunan rata-rata sebesar 4,67 persen. Sementara itu, total penarikan untuk membiayai Anggaran Negara mencapai US$18,86 miliar.
Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Dana Perminyakan menetapkan Kementerian Keuangan sebagai pihak yang menentukan strategi investasi, sedangkan BCTL bertanggung jawab sebagai pengelola operasional investasi.
Pada kesempatan yang sama, Pejabat Manajemen Risiko Departemen Manajemen Investasi BCTL, Eligia Auxiliadora de Almeida, memaparkan perkembangan pasar global pada kuartal keempat 2025. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global tetap berada pada tingkat yang kuat, tercermin dari Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) yang berada di level 50,4, menandakan ekspansi sektor manufaktur.
Ia menjelaskan bahwa karena porsi investasi Timor-Leste lebih besar di Amerika Serikat, kondisi ekonomi negara tersebut menjadi perhatian utama. PMI Amerika Serikat masih menunjukkan ekspansi, meskipun dengan laju yang moderat.
“Data terbaru dari Biro Analisis Ekonomi AS menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) riil pada kuartal ketiga 2025 tercatat 4,3 persen, dan diproyeksikan menutup tahun 2025 pada kisaran 2,8 hingga 3,3 persen,” ujarnya.
Eligia menambahkan, pada kuartal IV 2025, Federal Reserve memangkas suku bunga dua kali, yakni pada Oktober dan Desember, masing-masing sebesar 0,50 persen, sehingga suku bunga berada pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Kebijakan tersebut, katanya, mencerminkan komitmen The Fed untuk mencapai target inflasi dan memaksimalkan lapangan kerja di Amerika Serikat. Berdasarkan proyeksi Federal Open Market Committee (FOMC), inflasi pengeluaran konsumsi pribadi pada 2025 diperkirakan sebesar 2,9 persen dan akan menurun menjadi 2 persen pada 2028, sesuai target The Fed.
Sementara itu, pasar tenaga kerja AS (Amerika Serikat) menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dengan data non-farm payroll pada Desember hanya mencapai 50 ribu, lebih rendah dari proyeksi 73 ribu.
Beralih ke kawasan Eropa, Eligia mengatakan zona euro menunjukkan ekspansi ekonomi yang moderat. Proyeksi Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan pertumbuhan PDB rata-rata tahunan sebesar 1,4 persen pada 2025, dengan inflasi tetap mendekati target 2 persen.
Di Inggris, sektor jasa diperkirakan tumbuh positif meskipun berada di bawah rata-rata historis akibat lemahnya konsumsi.
Untuk kawasan Asia-Pasifik, Jepang mencatat pertumbuhan moderat yang didukung konsumsi domestik dan kebijakan fiskal pemerintah. Karena inflasi yang masih tinggi, Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga menjadi 0,75 persen.
Sementara itu, pasar Australia diproyeksikan tetap diuntungkan oleh konsumsi yang kuat, pertumbuhan PDB yang solid, dan tingkat pengangguran yang rendah, meskipun risiko inflasi tetap perlu diwaspadai.***

