Pembangunan Plengsengan Sungai di Desa Banjarasri Dipertanyakan Warga
TIMOROMAN.COM – Ketua LSM LASKAR ABABIL mendapat aduan masyarakat (DUMAS) dari salah satu Warga lewat Whats Aap tanggal28/08/2023 terkait Proyek Pembangunan Plengsengan Penanganan Banjir Dusun Kaliwungu Desa Banjarasri RT 03 /RW 01.
Inti dari DUMAS tersebut adalah pekerjaan Plengsengan yang dikerjakan oleh Kontraktor diragukan kekuatannya.
Ketua LSM LASKAR ABABIL Langsung memerintahkan saudara Udin dengan didampingi media untuk melihat langsung ke lokasi pekerjaan guna untuk melihat dan membuktikan kebenaran atas aduan warga setempat tersebut.
Dari hasil pantauan dilokasi pekerjaan ada kejanggalan-kejanggalan yang terangkum sebagai berikut:
1) Papan informasi Proyek tidak dipasang
2)Pekerja tidak memakai APD dengan lengkap
3)Campuran semen dengan pasir sebagai perekat pasangan Batu diduga tidak sesuai spek terlihat dari warna campurannya
4) Tidak terlihat memasang trucuk/mini pile dibawah pondasi plengsengan
5) Pada saat pemasangan Pondasi masih terlihat genangan air didalam kisdam atau tidak dikeringkan
6) Pelaksana Kontraktor dan Konsultan Pengawas tidak terlihat dilokasi pekerjaan.
Komentar salah satu warga yang berinisial SPT kepada media mengatakan kami atas nama warga mengucapkan terima kasih banyak atas keseriusan Pemda Sidiarjo menanggulangi Banjir di desa Banjarasri Khususnya dusun Kaliwungu
Namun kami sayangkan Proses Pelaksanaan yang dikerjakan oleh Kontraktor meragukan kekuatannya terbukti alat exsavator untuk menekan truck /mini pille sampai ketemu tanah keras tidak ada dilapangan dan diduga trucuk atau mini pille tidak dipasang oleh pelaksana kontraktor ditambah lagi campuran semen dengan pasir sebagai perekat Pasangan diduga Kurang semennya sehingga saya kuatir bangunan tersebut tidak bertahan lama pungkas SPT.
Selanjutnya warga juga menginkan Sungai yang dibangun tersebut terkoneksi dengan saluran disamping musolla sehingga pada waktu Pemompaan disaat Banjir Surutnya lebih cepat.
Selanjutnya Udin dari Laskar LSM ABABIL mengemukakan pekerjaan kontruksi yang dilaksakan oleh kontraktor terlihat tidak wajar sebagai mana pekerjaan konstruksi pelengsengan pada umumnya terlihat tidak memakai mini pille beton padahal daerah tersebut kondisinya rawah dan ketinggihan pasangan lebih dari 1m.
Pada waktu pemasangan pondasi pelengsengan kondisi tidak dikeringkan dan campuran perekatnya atau semennya diragukan, Kejanggalan – kejanggalan yang ada dilapangan otomatis dipastikan bangunan tersebut nantinya bermasalah dikemudian hari diantaranya bangunan tidak tahan lama kemungkinan bisa Ambrol, terkait perencanaan teknis Kontruksi plengsengan apakah sudah dihitung secara cermat kami tanyakan ke Ppkomnya Lewat Whast Aap (WA) sampai berita ini terbit belum dijawab pungkas,” Udin. BERSAMBUNG (Tim)



