Bukan Kekayaan Rp800 T yang Bikin Li Kashing Sehat di Usia 98 Tahun

TIMOROMAN.COM-Siapa yang tidak kenal Li Ka-shing, pengusaha legendaris dari Hong Kong yang sering dijuluki “Superman Li”? Di usianya yang sudah menginjak 98 tahun, ia tetap terlihat bugar, pikirannya masih jernih, dan bicaranya pun masih tegas.

Banyak orang penasaran, apa rahasianya? Ternyata jawabannya bukan obat mahal atau perawatan mewah, melainkan cara hidup yang sederhana dan dijalani dengan disiplin setiap hari.

Soal makan pun Li Ka-shing ternyata tidak rewel atau minta hidangan mewah. Sebaliknya, ia suka makanan yang sederhana dan ringan. Lebih sering makan sayuran segar, ikan yang dikukus, dan nasi.

Daging merah justru jarang sekali dimakannya. Sarapannya pun simpel, biasanya bubur atau sup yang menyehatkan. Salah satu menu kesukaannya bahkan tidak berubah sejak puluhan tahun lalu, yaitu sup ubi jalar manis.

Ia juga menjauhi makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau yang mengandung banyak gula dan pengawet. Kalau makan pun dilakukan dengan santai dan perlahan, tidak sambil terburu-buru atau sibuk memegang gawai.

Setiap pagi, ia meluangkan waktu sekitar satu setengah jam untuk berolahraga. Kadang berenang, kadang bermain golf, jalan-jalan santai, atau berlatih Tai Chi agar tubuh tetap lentur dan seimbang.

Baginya, tubuh yang terus dipakai bergerak akan tetap kuat, sama seperti air yang mengalir tidak akan pernah menjadi keruh. Ia juga selalu meluangkan waktu untuk meregangkan tubuh agar peredaran darahnya tetap lancar.

Waktunya pun selalu teratur. Beliau dikenal selalu bangun pagi sekitar pukul enam pagi dan tidur lebih awal. Sangat jarang sekali ia begadang kalau tidak ada hal yang mendesak. Tidur yang cukup dianggapnya sangat penting agar tubuh bisa pulih kembali dan pikiran tetap segar saat bangun keesokan harinya.

Selain urusan fisik, kesehatan hatinya pun dijaga. Ia sering menyempatkan diri sejenak untuk menenangkan pikiran, menarik napas pelan, dan melepaskan segala beban pikiran sejenak.

Baginya, tenang di dalam hati itu sama pentingnya dengan tubuh yang kuat bagi pria yang punya kekayaan Rp800 Triliun menurut Forbes.

Ia pun senantiasa membantu sesama dan gemar bersedekah, karena merasa berbuat baik itu membuat hati tenang dan bahagia — dan perasaan bahagia itulah yang turut menjaga tubuh tetap sehat.

Ia juga tidak lupa rutin memeriksakan kesehatannya sejak dini. Prinsipnya sederhana: lebih baik menjaga sebelum sakit, sama seperti memperbaiki tanggul saat air masih dangkal, supaya tidak jebol saat air naik. Jadi kalau ada hal kecil yang perlu diperbaiki, langsung diatasi, tidak menunggu sampai parah.****

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *