Kiper Barca Blunder, Barcelona 0-4 Atltetico
TIMOROMAN.COM-Pada menit ke-6, Eric Garcia melakukan umpan balik. Bola secara tak terduga memantul dari tanah, menyebabkan Joan Garcia gagal menguasai bola dan bola perlahan bergulir masuk ke gawang yang kosong, memberikan Atletico Madrid gol pembuka.
Kesalahan tersebut memicu kritik dari para penggemar terhadap mantan kiper Espanyol itu. Di media sosial, banyak yang menuntut agar pelatih Hansi Flick mengembalikan posisi kiper utama kepada pemain veteran Polandia, Wojciech Szczesny.
Momen memalukan Garcia dalam kariernya hanyalah awal dari malam yang mengerikan bagi Barcelona . Ini adalah pertama kalinya sejak Opta mulai mengumpulkan data pada musim 2004/05 bahwa Barca kebobolan empat gol di babak pertama dalam kompetisi domestik.
Selain itu, ini adalah kekalahan terbesar bagi tim Catalan melawan Atletico Madrid sejak musim 1942/43. Saat itu, Atletico, yang masih menggunakan logo lama mereka, juga menghancurkan lawan mereka dengan skor 4-0 di liga Spanyol.
Kemenangan bersejarah ini membawa pelatih Diego Simeone dan timnya lebih dekat dengan impian mereka untuk memenangkan gelar Copa del Rey , sesuatu yang belum mereka raih dalam 13 tahun terakhir.
Kontroversi VAR
Sebenarnya Barcelona bermain lebih baik dan tampaknya berhasil menyamakan kedudukan ketika Pau Cubarsi mencetak gol dari jarak dekat di dalam kotak penalti. Namun, kegembiraan tim tamu sedikit terganggu oleh pemeriksaan offside yang berlangsung hampir delapan menit.
Setelah menunggu dengan tegang, VAR memutuskan bahwa Cubarsi berada dalam posisi offside dan gol tersebut dianulir. Keputusan ini memicu gelombang kemarahan dari Barcelona, terutama mengingat Giuliano Simeone sebelumnya lolos dari kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Alejandro Balde, sementara kartu kuning Eric Garcia ditingkatkan menjadi kartu merah di akhir pertandingan.
Meskipun demikian, pelatih Hansi Flick tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Mereka harus menunggu 7-8 menit? Itu konyol. Jika ada hal lain, mereka seharusnya memberi tahu kami. Tidak ada komunikasi sama sekali,” katanya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di media sosial, banyak penggemar “Blaugrana” mengungkapkan kemarahan mereka, mengklaim tim tersebut diperlakukan tidak adil. Banyak komentar bahkan menggunakan kata “korupsi” untuk menggambarkan apa yang terjadi di Metropolitano. Tagar terkait VAR dengan cepat menyebar, menarik puluhan ribu interaksi hanya dalam beberapa jam.
Kekalahan dan kontroversi seputar VAR membuat Barcelona berada dalam suasana muram saat meninggalkan Madrid. Kalah 4-0 menghadirkan tantangan berat bagi klub Catalan di leg kedua.****

