Studi: Pasokan Ikan di Timor-Leste Tak Cukup Tanpa Edukasi Nutrisi

TIMOROMAN.COM-Malnutrisi masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan di Timor-Leste, dengan hampir separuh anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting akibat pola makan rendah gizi. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE menegaskan bahwa peningkatan pasokan ikan tidak cukup untuk memperbaiki pola makan masyarakat, kecuali jika dibarengi dengan kampanye edukasi nutrisi yang tepat sasaran.

Penelitian yang dilakukan oleh WorldFish bersama Mercy Corps ini menguji dampak peningkatan tangkapan ikan pelagis melalui pemasangan Fish Aggregating Devices (FAD) di pesisir, serta komunikasi perubahan perilaku sosial (SBC) terhadap konsumsi ikan di wilayah pedalaman.

Hasilnya menunjukkan bahwa rumah tangga yang mendapat akses ikan sekaligus terpapar kampanye nutrisi hampir dua kali lebih mungkin membeli ikan, sementara perempuan empat kali lebih mungkin melaporkan konsumsi ikan dibanding kelompok kontrol. Sebaliknya, peningkatan pasokan ikan saja atau kampanye nutrisi tanpa akses nyata tidak memberikan dampak signifikan.

Temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan masyarakat bukanlah hambatan utama—99% responden sudah memahami manfaat ikan bagi anak-anak. Namun, tanpa akses yang konsisten dan terjangkau, pengetahuan tersebut tidak otomatis mengubah perilaku konsumsi.

Studi ini juga menyoroti keterbatasan FAD, karena tidak semua lokasi mengalami peningkatan tangkapan. Dampak positif pun terbatas pada komunitas yang berpartisipasi, sehingga perlu perencanaan matang, investasi infrastruktur, dan dukungan berkelanjutan untuk memperluas manfaatnya.

Sebagai uji coba terkontrol acak pertama di bidang perikanan yang peka nutrisi, penelitian ini memberikan bukti kuat bagi pembuat kebijakan di Timor-Leste bahwa solusi gizi harus terintegrasi: meningkatkan akses sekaligus membentuk pilihan makanan.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *