Dubes RI untuk Timor Leste Pamit, Masa Tugas Berakhir

TIMOROMAN.COM-Menjelang berakhirnya masa penugasan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk Republik Demokratik Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menggelar acara breakfast meeting dan ramah tamah bersama para jurnalis.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Duta Besar RI, Pantai Kelapa, Selasa (31/3), ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Dili dan media di Timor-Leste selama masa tugas Dubes Okto Manik.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Dubes Okto didampingi istri Flantina Silalahi serta staf KBRI, menerima kehadiran sejumlah perwakilan media nasional, di antaranya TATOLI, RTTL (Radio e Televisão de Timor-Leste), GMN (Grupo Média Nacionál), STL (Suara Timor Lorosa’e), Timor Post, Dili Post, Jornal Independente, Radio Voz, HATUTAN, dan media lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Okto Manik menyampaikan pesan penting kepada insan pers terkait tantangan media di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menekankan bahwa kecepatan penyebaran informasi saat ini harus diimbangi dengan kemampuan memilah kebenaran informasi.

Bersama awak media (foto: Tatoli)

“Perkembangan teknologi media sangat cepat. Informasi bisa tersebar dalam hitungan detik, bahkan melalui platform seperti Facebook dan YouTube. Namun, kita juga harus cermat, karena tidak semua informasi yang beredar itu benar,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa maraknya konten dari media tidak resmi, termasuk melalui platform digital, berpotensi menimbulkan disinformasi. Oleh karena itu, jurnalis dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam verifikasi dan menjaga akurasi berita.

Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), juga membawa tantangan baru karena dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi informasi secara meyakinkan. “Sekarang orang bisa membuat konten dengan teknologi yang sangat mirip dengan aslinya. Ini tantangan bagi media untuk semakin meningkatkan pengetahuan, kecepatan, dan akurasi,” katanya.

Dubes Okto juga menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan suatu negara. Ia berharap media di Timor-Leste dapat terus berkontribusi secara positif dan tidak justru merusak tatanan sosial.

“Media harus menjadi bagian dari pembangunan. Jangan sampai media malah merusak. Kita semua punya komitmen untuk membangun Timor-Leste agar lebih maju,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan terkait kerja sama dengan media, Dubes Okto mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan TATOLI dan media lainnya, termasuk media di Indonesia, untuk menjajaki program peningkatan kapasitas jurnalis.
Sementara itu, dalam pesannya kepada wartawan, Dubes Okto kembali menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, baik dalam aspek teknis seperti fotografi dan videografi, maupun dalam kemampuan pelaporan cepat.

Ia juga mengingatkan agar media tidak terjebak pada praktik pemberitaan yang hanya mengandalkan judul sensasional tanpa didukung isi yang berkualitas.

“Konten harus seimbang. Jangan hanya judulnya bombastis, tapi isinya tidak ada. Media harus tetap profesional dan menjaga kualitas,” tegasnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Dubes Okto menyampaikan apresiasi atas dukungan media selama masa tugasnya di Timor-Leste, seraya berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Sebelumnya Duta Besar RI di Dili Okto Dorinus Manik bersama Ny Flantina Manik melakukan farewell call kepada Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmão.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan kesan dan apresiasi atas pengalaman bertugas di Timor-Leste, yang dirasakan sebagai home away from home berkat kehangatan masyarakatnya.

Perdana Menteri Xanana Gusmão menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah terjalin selama masa tugas Dubes RI, serta berharap hubungan baik antara Indonesia dan Timor-Leste dapat terus diperkuat di masa mendatang.***

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *