Perlu Kebijakan Ekspor Khusus Bagi Daerah Perbatasan

By on December 28, 2012 , 44 views
Digg ThisShare via email

Kupang - Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Nusa Tenggara Timur Abraham Paul Lyanto berpendapat, pemerintah pusat perlu mempertimbangkan pemberian kebijakan ekspor khusus bagi daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Kebijakan ekspor khusus ini, akan mendorong peningkatan ekspor Indonesia dan biayapun bisa lebih murah ketimbang dilakukan secara terpusat dari pelabuhan tertentu di Pulau Jawa, kata Abraham Lyanto, di Kupang, Kamis terkait bagaimana mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke negara tetangga seperti Australia dan Timor Leste.

“Pendapat saya adalah diperlukan kebijakan khusus bagi daerah-daerah yang punya perbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Nusa Tenggara Timur yang berbatasan darat dengan Timor Leste dan laut dengan Australia,” katanya.

Hanya dengan kebijakan khusus kegiatan ekspor impor bisa lebih ditingkatkan dan bisa lebih murah. Perjuangan NTT untuk menjadikan triangle (segi tiga emas), Kupang, Darwin-Dili – Northen Teritory dan Darwin serta Timor Leste tidak bisa berjalan karena tidak ada kebijakan khusus.

Jika saja, pemerintah rela memberikan kebijakan khusus maka NTT bisa seperti Batam dan Riau di Timur Indonesia.

“Beberapa tahun lalu, KADIN NTT sudah mengusulkan dan siap menfasilitasi tetapi proses ini tidak bisa berjalan. Kita butuh kerelaan pemerintah pusat untuk memberikan daerah ini kebijakan khusus,” katanya.

Ada kebijakan khusus supaya daerah perbatasan seperti NTT bisa seperti Singapura, Johor dan Riau dulu, yang bisa ekspor semen, mangan, kakao, coklat, kopi dan ikan ke Australia, khususnya ke Northen Teritory dan Darwin.

Dari NTT bisa mengambil bahan-bahan konstruksi dari Australia seperti steel stenlis, alumnium baja untuk konstruksi jembatan dan lainnya.

Ia mengatakan, kebijakan khusus ini juga sebagai kompensasi bagi pemerintah dan rakyat Nusa Tenggara Timur yang sudah mengurus ratusan ribu pengungsi dari negara tetangga itu pascajajak pendapat 1999 yang dimenangkan kelompok pro kemerdekaan.

Selain sebagai tempat penampungan pengungsi eks Timor Timor, juga NTT selama ini selalu menjadi tempat penampungan imigran ilegal dari Pakistan, Afganistan dan lainnya yang ingin mencari suaka ke Australia, kata Lyanto. ant

Digg ThisShare via email

About yulio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*