Ada Dugaan Pungli di SMKN 6 Malang

SURABAYA-Ada dugaan pungutan liar di SMKN 6 Malang ada dugaan pungutan liar. Laporan yang diterima awak media berupa beberapa kuitansi sumbangan padahal menurut Perpres 87 tahun 2016 segala bentuk pungutan haram dilakukan.

Kepala Sekolah SMKN 6 Malang, Sidik dimintai keterangan awak media kemudian menjelaskan bahwa pada intinya kebijakan sumbangan itu sudah disetujui oleh komite sekolah dan orangtua murid yang berkeberatan boleh tidak menyumbang. “Kami tidak mengeluarkan sanksi atas yang keberatan dan kami punya buktinya,” katanya.

Karena mungkin menyadari kekeliruan, pihak sekolah sampai hari Senin (30/11) media menerima informasi bahwa pihak sekolah mendatangi orangtua murid, minta tandatangan bahwa mereka menyumbang tidak keberatan atas sumbangan yang mereka berikan.

Info lanjutan, masih banyak orangtua murid yang menggerundel tidak puas atas kebijakan itu.

Sesuai Perpres 87 tahun 2016 pungutan yang tidak boleh dilakukan di sekolah,

Jenis Pungli di sekolah yg bisa dilaporkan ke satgas pungli

antara lain:

1. Uang pendaftaran masuk

2. Uang SSP / komite

3. Uang OSIS

4. Uang ekstra kulikuler

5. Uang ujian

6. Uang daftar ulang

7. Uang study tour

Seluruhnya ada 30 sekitar item pelarangan pungutan apalagi yang memberatkan siswa atau potensi penyelewengan sumbangan. Untuk sekolah kejuruan sudah ada dana BOS sehingga tidak ada lagi sumbangan dalam bentuk apapun.

Selain ada dugaan korupsi dugaan lain muncul yakni tentang ijazah siswa yang ditahan oleh pihak sekolah. Belum jelas benar alasan penahanan ijazah itu tapi sumber-sumber menyatakan benar adanya.

Ketua DPP GNPK Jatim-Tim Satgas Saber Pungli Mariyadi SH, beberapa waktu lalu menjelaskan apapun alasan nya tidak dibenarkan untuk memungut Uang kepada wali murid, apapun alasan nya, mestinya kepala sekolah itu harus taat hukum, kan sudah ratusan oknum kepala sekolah yang dipenjara gara gara pungli.
i
Namun saat dikonfirmasi Konfirmasi Kamis (3/12) Mariyadi meminta waktu kepada awak media, karena masih dalam perjalanan ke Jakarta. “Mohon maaf rekan media, saya masih diperjalanan ke Jakarta nanti saya hubungi,” demikian Mariyadi melalui telepon.(*)

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *