Fary Francis, Penggerak Olahraga di Perbatasan RI-Timor Leste

TIMOROMAN.COM- Jumat (8/2) malam menjadi malam yang istimewa bagi Fary Djemi Francis. Malam itu, pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, dia menerima penghargaan dari Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai Penggerak Olahraga di Perbatasan.

“Ingin saya dedikasikan Golden Award ini untuk anak-anak di perbatasan Indonesia-Republik Demokrat Timor Leste,” katanya usai menerima penghargaan.

Siwo PWI Nusa Tenggara Timur Sipri Seko mengatakan Siwo PWI Nusa Tenggara Timur mengusulkan Fary sebagai penerima penghargaan karena menganggap dia sebagai tokoh penggerak olahraga berdedikasi tinggi, khususnya dalam sepak bola.

Bagi Fary, pemilik Akademi Bintang Timur Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, penghargaan tersebut bukan yang pertama.

Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada Fary sebagai tokoh Penggerak Olahraga Nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Fary, yang lahir 7 Februari 1968 di Watampone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Fary juga mendapat penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Timor Leste Osorio Florindo pada pembukaan pertandingan sepak bola untuk pemain usia 16 tahun antara Tim Nasional Indonesia dan Tim Bintang Timur Akademi Selection di Lapangan SSB Bintang Timur Atambua pada Desember 2017.

Golden Award yang dia peroleh tahun ini melengkapi deretan penghargaannya.

“Saya kira ini bukan prestasi saya secara individu, tapi hasil kerja tim, terutama di NTT, yang punya kepedulian membangun olahraga, khususnya sepak bola usia dini. Dan saya hanya memfasilitasi, saya hanya menggerakkan saja,” kata Fary, yang dikenal luas di kalangan penyuka sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut dia, penghargaan itu merupakan buah dari kerja sama semua pihak, termasuk pengelola Akademi Bintang Timur Atambua, Masyarakat Gila Bola (Masgibol) dan pewarta olahraga di NTT serta pemerintah daerah.

Penghargaan itu menjadi pelecut semangat bagi Fary dan insan olahraga lainnya untuk memajukan olahraga di daerah perbatasan Indonesia – Timor Leste.

“Saya dedikasikan Golden Award ini sebagai kado awal tahun 2019 untuk anak-anak perbatasan itu (Belu),”kata lulusan program S2 Manajemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor tahun 1999 itu.

Fary, yang menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR, mengatakan bahwa tinggal di perbatasan tidak membatasi mimpi dan harapan anak-anak Atambua untuk menggapai prestasi dalam bidang olahraga.

“Sepak bola dini menjadikan mereka memiliki dunia, mempunyai mimpi besar untuk hidup yang lebih baik,” kata Ketua Sport Intelligence PSSI Pusat itu.

Lewat Akademi Sepak Bola Bintang Timur Atambua, suami Yoca Yohanes itu ingin membantu anak-anak perbatasan mewujudkan mimpi dan harapan.

Dia mengatakan daerah perbatasan tempat mereka tinggal hanyalah lokus, yang tidak membelenggu ikhtiar-ikhtiar untuk mewujudkan mimpi dan harapan, dan sepak bola bisa memberi mereka jalan untuk mencapai prestasi.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *