Bos Cantik Ini Kendalikan VietJet Maskapai dengan Pramugari Berbikini

TIMOROMAN.COM- VietJet Air, maskapai penerbangan asal Vietnam, tengah jadi sorotan akhir-akhir ini karena akan membuka rute baru ke Indonesia mulai triwulan pertama 2019. Managing Director VietJet Air, Do Xuan Quang mengatakan, rute perdana maskapai low-cost tersebut adalah Ho Chi Minh – Denpasar Bali berdurasi 3,5 jam pada Maret 2019.

Sementara, penerbangan dengan rute Ho Chi Minh – Jakarta baru akan dimulai pada akhir 2019. Hal tersebut berarti menggeser rencana awal VietJet Air yang semula menjadwalkan penerbangan Ho Chi Minh ke Jakarta saat konferensi pers pada 22 Agustus 2017 lalu.

Sempat kontorversial, nama VietJet menjadi terkenal karena pramugarinya tampil seksi dengan mengenakan bikini. Dunia pun dibuat heboh. Nguyen Thi Phuong Thao selaku CEO maskapai tersebut, otomatis menjadi buah bibir karena menjadi pencetus ide tak biasa itu.

Wanita cantik ini bahkan masuk dalam daftar miliarder dunia gara-gara merilis VietJet dengan pramugari berbikininya.

Berikut ini sekilas tentang bos VietJet Air, Nguyen Thi Phuong Thao yang sukses gara-gara pramugari bikini di maskapai yang dipimpinnya, seperti Liputan6.com rangkum dari beragam sumber, Rabu (23/1/2019).

Menurut Maxim.com, Nguyen Thi Phuong Thao adalah seorang pengusaha Vietnam yang masuk dalam daftar salah satu orang terkaya di dunia, berkat gagasannya yang brilian menjadikan staf sebuah maskapai penerbangan berseragam bikini.

Thao, yang menghasilkan jutaan dolar pertamanya di usia 21 tahun menjual mesin faks dan karet lateks, terus menjajaki keuntungan ketika dia mengganti seragam pramugari VietJet Air dengan dengan bikini seksi.

Perusahaan itu –satu-satunya maskapai swasta milik Vietnam– kemudian mendongkrak kekayaan Thao yang berusia 45 tahun menjadi $ 1,37 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Hanya dalam beberapa tahun, maskapai dengan moto barunya “Enjoy Flying!”, sukses meraup untung lebih dari 30 persen pangsa pasar maskapai penerbangan di Vietnam.

Thao bahkan meningkatkan keuntungannya dengan menerbitkan kalender para pramugari seksi yang sebagian besar melayani penerbangan ke tujuan resor di Vietnam dan sekitarnya. Ia menampik kritik apapun terhadap bisnis bikininya yang dianggap kuno dan tidak relevan.

“Anda berhak mengenakan apa pun yang Anda suka, baik bikini atau pakaian tradisional ao dai,” katanya, merujuk pada tunik longgar tradisional Vietnam yang dikenakan di celana.

“Kami tidak keberatan orang mengasosiasikan maskapai dengan gambar bikini. Jika itu membuat orang bahagia, maka kita bahagia ….”

“Dia tidak seperti orang kaya lainnya – meski terbilang cukup pendiam di Vietnam,” tutur Vo Phuc Nguyen, seorang analis CIMB Group Holdings yang berbasis di Ho Chi Minh City seperti diberitakan SMH.com.au.

Thao benar-benar sukses dengan VietJet. Dari bukan apa-apa, kini maskapai itu menyumbang lebih dari 30 persen pangsa pasar di Vietnam hanya dalam beberapa tahun terakhir.

Thao terjun ke dunia bisnis pertama kali sekitar tahun 1988, saat masih menjadi mahasiswa tahun kedua di Moskow, tempat ia belajar keuangan dan ekonomi. Dia menjadi distributor perdagangan dengan sedikit uang, menerima pakaian, peralatan kantor dan barang-barang konsumen secara kredit dari pemasok di Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan, dan menjualnya di Rusia pada tahun-tahun sebelum runtuhnya Uni Soviet.

“Saya bekerja sangat keras dan mendapatkan kepercayaan dari pemasok dengan selalu jujur ​​pada mereka. Saya tidak punya banyak uang. Mereka memberi saya lebih banyak dan lebih banyak produk dengan persyaratan kredit yang lebih lama,” papar Thao yang merupakan putri seorang guru dan apoteker.

Setelah menghasilkan jutaan pertamanya tiga tahun kemudian, Thao pindah untuk berdagang baja, mesin, pupuk dan komoditas lainnya.

Dia lalu kembali ke Vietnam dan berinvestasi di Techcombank, juga dikenal sebagai Vietnam Technological and Commercial Joint-Stock Bank dan pemberi pinjaman kedua, Vietnam International Commercial Joint Stock Bank. Dia kemudian mengajukan aplikasi untuk menjalankan maskapai penerbangan dalam mengantisipasi pemerintah komunis, yang mengadopsi ekonomi pasar pada tahun 1986. Membuka industri untuk bersaing dengan maskapai penerbangan Vietnam Airlines.

Kini, menurut pemberitaan yang beredar, Thao juga memiliki saham mayoritas di tiga resor di Vietnam – Furama Resort Danang, Evason Ana Mandara Nha Trang dan An Lam Ninh Van Bay Villas.

Thao dan perusahaan induknya juga dikabarkan memiliki sekitar 20 persen saham di Ho Chi Minh City Development JS Commercial Bank atau HDBank.

Thao yang sukses juga tercatat sebagai wakil ketua bank komersial swasta, yang memiliki total aset sekitar 4,6 miliar dolar AS tahun lalu. Perusahaan ini memiliki 225 cabang dan mempekerjakan hampir 10.000 orang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *