Sering Tidur Pakai Lampu Terang? Awas Resiko Kanker Meningkat

SURABAYAONLINE.CO-Ada orang yang walau sudah dewasa namun takut tidur jika gelap, sehingga harus menyalakan lampuagar suasana menjadi terang. Kebiasaan ini disebut sebagai hal yang kurang sehat, karena bisa memicu munculnya beberapa masalah kesehatan lain.

Tak hanya lampu, kadang televisi pun terus dinyalakan agar situasi tidak terasa sepi saat sedang tidur. Dilansir laman Everyday Health, berikut ini dampak buruk jika sering tidur dalam kondisi lampu terang dan peralatan elektronik menyala:

Kanker

Resiko mengalami kanker makin besar, demikian hasil studi yang digelar oleh Massachussetts Intitute of Technology (MIT). Jam biologis tubuh manusia masih ditentukan oleh cahaya, demikian juga kemampuan mengenali waktu. Jika hal ini berantakan maka dapat merusak sistem metabolisme dan memicu kanker.

Ada gen dalam tubuh yang bertugas mengenal waktu, dan ia juga memiliki kemampuan menekan pertumbuhan tumor. Jika kondisi cahaya membingungkan gen ini, maka fungsi dasarnya akan berantakan.

Obesitas

Wanita yang kerap tidur dengan lampu menyala memungkinkan index massa tubuh dan pinggang menjadi lebih besar. Hasil studi tersebut dipublikasi dalam American Journal of Epidemiology. Penyebabnya adalah menurunnya produksi hormon melatonin, yang juga bisa memicu kanker PD.

Depresi

Suasana yang terang di jam tidur sebenarnya dapat memicu gangguan tidur, termasuk memicu depresi. Pada studi yang dipublikasi oleh Molecular Psychiatry, ditemukan bahwa hamster mengalami perubahan psikologis jika suasana terus terang.

“Pada hamster, lampu dim di malam hari memicu tingkah laku seperti depresi dan perubahan pada otak. Ini bisa muncul melalui terganggunya ritme sirkadian (proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang tiap 24 jam),” ungkap Tracy Bedrosian si peneliti.

Wanita jadi tak subur

Wanita bisa berisiko terganggu kesuburannya dan memiliki masalah terkait siklus menstruasi.

Diabetes tipe 2

Studi menemukan kaitan antara munculnya penyakit diabetes tipe 2 dengan paparan cahaya di malam hari. Penderita diabetes jika kerap terpapar cahaya di waktu tidur malam mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Gangguan kadar melatonin juga memengaruhi hal ini.

Perubahan hormonal

Nyala lampu atau alat elektronik dengan pancaran sinar birunya juga memengaruhi produksi hormon melatonin sehingga menyebabkan perubahan hormonal tubuh.

Jadi lebih baik tidur dalam kondisi gelap, agar kesehatan lebih terjaga.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *