Pembuatan Film Porno itu Sangat Diatur

TIMOROMAN.COM– Rachel Starr, wanita 33 tahun asal Texas ini, bisa jadi memiliki keseharian sama seperti wanita lainnya. Dia bagian dari keluarga, punya pacar, pecinta hewan, dan memberi pelatihan bagi banyak orang tentang motivasi karier dan moral melalui Facebook.

Ya, hal itu Rachel ungkapkan dalam sebuah wawancara video dengan Pop Sugar. Yang membuatnya sedikit berbeda adalah profesinya sebagai bintang porno. Memiliki profesi yang tak biasa, alih-alih membuat Rachel malu, ia malah bangga. Menurutnya, pekerjaannya itu bisa membantu wanita untuk memperoleh jawaban dari rasa ingin tahu yang besar pada seks.

Lantas, ia menceritakan beberapa fakta di balik layar yang terjadi pada kehidupan seorang bintang porno.

 Menurut Rachel, salah jika orang berpikir bahwa pembuatan film porno adalah layaknya pesta seks. “Semuanya diatur, setiap orang menjalani tes. Apalagi dengan legalitas dan kesehatan seksual pemain yang terlibat. Jadi ini sangat korporat,” kata Rachel.

Rachel mengaku bahwa pada saat ia telah siap dalam frame kamera, ia tidak bisa berharap berhubungan seks sebagaimana di kehidupan normal, yang umumnya mendapat stimulasi romantis dari pasangan.

Justru, semua adegan berdasarkan arahan. “Anda sepenuhnya bertanggung jawab sebagai talent, untuk tidak hanya menempatkan tubuh tapi juga pikiran dalam kerangka kerja. Jadi seorang pria walaupun dia bekerja dengan saya, bukan tanggung jawab saya untuk memastikan dia keras. Ketika kamera menyala, kamu harus keras dan siap,” kata Rachel.

“Saya akan mengatakan bahwa bagian terbaik dari pekerjaan ini adalah memeluk fantasi,” kata Rachel. Lawan main Rachel belum tentu yang menjadi fantasi baginya. Tapi ia menjalankan script film yang membuatnya terbantu untuk mengarahkan fantasi pribadi.

Sebagian adegan orgasme itu sungguhan

Sulit untuk menentukan secara tepat apakah suatu adegan orgasme itu nyata atau palsu tanpa langsung meminta pengakuan setiap pemain. Faktanya, hanya sekitar 25 persen wanita yang bisa mencapai klimaks dari penetrasi saja, dan itu termasuk bintang porno. Kecuali skrip menuliskan untuk stimulasi klitoris, kemungkinan besar dia hanya menunjukkan akting yang bagus.

“Saya ingin mengatakan bahwa sebagian besar orgasme yang saya hadapi benar-benar asli,” kata Rachel. “Kita butuh empat menit doggy style dan kemudian kita membutuhkan lima menit dengan cowgirl. Dan jika dia bisa meningkat menjadi semakin kuat pada menit-menit itu, itu akan menjadi pengalaman yang hebat,” ujar Rachel.

Rata-rata Rachel bermain antara 20 dan 30 film setiap tahun, tapi jumlah ini sedikit. Kebanyakan orang masih dalam proses membangun merek dan film mereka dari 60 sampai 70 film per tahun. Untuk benar-benar mendapatkan nama besar, beberapa produser bahkan membuat film 100 sampai 150. Tapi selain film, pekerjaan itu juga memerlukan touring dan penampilan untuk mempertahankan merek mereka.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *