Peserta Jelajah Sepeda Flores Timor Mulai Membelah Pulau Timor

SURABAYAONLINE.CO – Etape Kesembilan Jelajah Sepeda Flores Timor yang diselenggarakan Harian Kompas memasuki etape kesembilan, Minggu (21/8/2016). Itu artinya mereka akan mulai membelah Pulau Timor, dari Kupang hingga di Atambua, Selasa (23/8/2016) besok.

Sebelum berangkat ke Soe, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo turut memberikan sambutan pelepasan peserta. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga Flores dan Timor yang telah memberi sambutan hangat kepada para peserta.

“Kami sudah jelajahi Sabang sampai Merauke. Itu wujud di mana kami mengenal tanah air lebih kuat,” ucap Budiman dalam pelepasan rombongan pesepeda di Lapangan Kartini, Kupang, Minggu (21/8/2016).

Seperti dirilis kompas.com, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya juga turut melepas peserta Jelajah Sepeda Flores Timor. Di berharap melalui acara ini Nusa Tenggara Timur dikenal lebih luas oleh khalayak sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia.

“Kami sedang mengubah image NTT yang dulunya sering diejek dengan singkatan ‘Nasib Tidak Tentu’ menjadi ‘New Tourism Territory’,” ujar Frans, di kesempatan yang sama.

Tepat pukul 07.36 Wita, sebanyak 55 pesepeda berangkat dari Kupang menuju Soe. Mereka akan menempuh jarak sejauh 105 km. Di etape kesembilan ini Budiman turut mengayuh sepedanya. Rencananya ia akan bersepeda hingga Atambua.

Sepanjang perjalanan menuju Soe, para peserta akan melahap tanjakan panjang sebelum akhirnya menemui jalanan menurun yang panjang. Selanjutnya mereka akan kembali menemui tanjakan panjang hingga tiba di Soe.

Jelajah Sepeda Flores-Timor yang digelar Harian Kompas dimulai dari Labuan Bajo di ujung barat Flores, dan berakhir di Motaain, Kabupaten Belu (Timor), perbatasan RI-Timor Leste, pada 13-23 Agustus 2016.

Perjalanan bersepeda jarak jauh ini merupakan bagian dari komitmen Kompas untuk mempromosikan Flores dan Timor, serta Nusa Tenggara Timur pada umumnya guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi.

Liputan itu tidak semata-mata memuat tentang perjalanan bersepeda, tetapi juga potensi, terutama ekonomi dan sosial budaya serta problematikanya yang ada di Flores dan Timor. Liputan serupa juga akan dilakukan KompasTV, majalah National Geographic, Kompas.com, radio Senora, dan harian Pos Kupang, serta sejumlah media lain di bawah payung Kompas Gramedia.

Jelajah sepeda dilakukan harian Kompas sejak tahun 2008. Saat itu menempuh rute Anyer-Panaroekan. Setelah itu Surabaya-Jakarta (2010), Jakarta-Palembang (2011), Bali-Komodo (2012), Sabang-Padang (2013), Manado-Makassar (2014), Banjarmasin-Balikpapan (Mei 2015), dan Jelajah Sepeda Papua (Juni 2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *