Timor Leste Jajaki Kerjasama Agrikultura denganPemkab Malang

TIMOROMAN.COM – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste menjajaki kerjasama dengan Pemkab Malang. Delegasi dari negara pecahan Indonesia itu langsung diterima Bupati Malang Rendra Kresna, Senin (8/8).

Para delegasi itu menjajaki kerjasama khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Sekretaris Regional Urusan Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Timor Leste Regio da Cruz Salu mengakui hal itu.

Saat bertemu dengan Bupati Malang H Rendra Kresna di Paringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang. Regio da Cruz menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama di bidang pertanian dan peternakan yang menjadi keunggulan Kabupaten Malang.

Di samping juga membuka peluang kerjasama di bidang lain, seperti perikanan. “Malang sudah dikenal luas dan memiliki potensi besar di bidang pertanian. Kami ingin mengembangkan kerjasama yang lebih detail,”‎ ujarnya kepada awak media.

Bupati Rendra menyambut baik keinginan Timor Leste melalui Badan Otorita Oe-Cusse yang berencana membangun kerjasama dengan Pemkab Malang.

“Kabupaten Malang memiliki keunggulan di bidang pertanian dan peternakan. Pertanian menjadi lahan penghidupan masyarakat. Bahkan, peternakan sapi perah di Kabupaten Malang memiliki populasi terbesar di Indonesia dengan 220 ribu ekor sapi,” jelasnya kepada delegasi Timor Leste.

Sementara itu, terkait kerjasama, Regio menyampaikan, berdasar undang-undang di Timor Leste bahwa Badan Otorita Oe Cusse di Ambeno memiliki kewenangan untuk membangun kerjasama dengan pemerintah kota atau kabupaten di negara lain.

Rencananya, rombongan delegasi Timor Leste akan berada di Malang selama sepekan. Mereka akan melihat secara langsung beragam potensi di wilayah Malang Raya. Sebelumnya, delegasi Timor Leste itu mampir di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

Menteri Pertanian Timor Leste menawarkan ekspor produksi hasil pertanian ke Timor Leste. Sebab, ponpes tersebut juga memproduksi hasil pertanian, yang kesemuanya dikerjakan santri dan satriwati. Di antaranya blimbing, pepaya, jeruk dan salak.

Menurut, Menteri Pertanian Timor Leste Rejio Salu, kunjungannya ke Kabupaten Malang ini, sebagai tindaklanjut untuk melakukan kerjasama di bidang agrikultura. Sebab, di Kabupaten Malang ini memiliki potensi pertanian.

“Itu sesuai permintaan Perdana Menteri Timor (PM) Leste Rui Maria de Araujo. Makanya kami datang ke Malang ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al-Huda KH Tajoel Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima penawaran Pemerintah Timor Leste terkait ekspor hasil pertanian di antaranya buah-buahan. Sedangkan pada Desember 2016 mendatang, ada empat komiditi buah-buahan yang akan diekspor ke negara Timor Leste itu.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *